KKN Undip Sosialisasikan Metode Adsorpsi Limbah Batik Pekalongan

Debi Noviana menunjukkan gelas hasil adsorbsi dari limbah batik.

KKN Undip Sosialisasikan Metode Adsorpsi Limbah Batik Pekalongan

KKN Tim I Universitas Diponegoro mensosialisasikan metode adsorpsi limbah batik dan jeans, Sabtu (11/2) di padepokan batik pesisir kecamatan Wiradesa Pekalongan. Mahasiswi jurusan kimia Fakultas Sains dan Matematika Undip Debi Noviana mengatakan bahwa limbah cair  hasil dari produksi tekstil batik mengandung  zat warna  seperti Remazol Black B yang dapat menyebabkan dampak negatif bagi lingkungan, seperti kerusakan lingkungan, bioakumulasi, iritasi, karsinogenik

“Saat ini teknologi pengolahan limbah masih kurang dan perlu alternatif baru. Metode adsorpsi memiliki beberapa keunggulan bila dibandingkan dengan  metode lain seperti filtrasi, koagulasi dan elektrodekolorisasi.  Keunggulannya  adalah relatif sederhana dan ekonomis, bahan kimia yang digunakan ramah lingkungan” ujarnya.

“kami saat ini baru membuat prototipe namun kedepan dapat dikembangkan kedalam ukuran yang lebih luas seperti bak bak hasil penampungan limbah.  Proses adsorpsi ini dilakukan dengan menyaring limbah tekstil batik atau jeans melalui beberapa lapisan yaitu zeolit aktif, karbon aktif, ijuk, kerikil dan pasir” imbuhnya.

“hasil dari proses adsorpsi ini adalah air yang jernih dari yang tadinya keruh,  proses adsorpsi ini memakan waktu 30 menit”tandas Debi.

Wakil Sekretaris Universitas Dr.Ir.Fronthea Swastawati,MSc mengucapkan terimakasih kepada warga masyarakat karena sudah dapat  menerima mahasiswa KKN,  sejak tanggal 9 Januari – 20 Februari nanti.  431 mahasiswa yang diterjunkan di Kabupaten Pekalongan dibagi ke dalam empat kecamatan yakni Tirto,  Wiradesa, Siwalan dan Sragi.

Sekretaris Bapedda pekalongan Abdul kholiq mengungkapkan bahwa karya dan inovasi dari pihak kampus menjadi hal yang penting bagi perkembangan industri kecil dan menengah.  Di Kabupaten Pekalongan sendiri isu lingkungan menjadi hal yg penting, hal ini dikarenakan ada 12 ribu lebih di industri batik dam 303 industri jeans yang tentu saja menghasilkan limbah, bagi yang memiliki usaha cukup besar beberapa sudah memiliki pengolahan limbah yang baik,  namun belum semuanya seperti itu.

“Keadaan ini menjadi dilematis karena disatu sisi akan meningkatkan taraf hidup masyarakat Pekalongan, tapi ada sisi lain yakni dampak lingkungan hidup. Inisiatif yang dilakukan oleh mahasiswa dapat diaplikasikan di industri batik dan jeans yang ada di Pekalongan.Kami mengharapkan kerjasama antara Kabupaten Pekalongan dengan Undip berkenaan dengan KKN agar lebih ditingkatkan, karena kami memang butuh teknologi dan inovasi yang ada di kampus” tandasnya. (Rintu Kaloka/HUMAS)


Statistik

News