UNDIP AKAN KEMBANGKAN HOLDING COMPANY

rakerta

UNDIP AKAN KEMBANGKAN HOLDING COMPANY

Category : Beranda , Berita , Events , Info Kampus

Rapat Kerja 2017, Universitas Diponegoro

Semarang,- Sebagai konsekwensi dari status PTNBH, semua fakultas harus mendorong prodi-prodi meningkatkan akreditasinya. Undip kedepan harus mampu mempertahankan akreditasi institusi “A” dengan nilai lebih dari 375 point. Point tersebut menurut Rektor mestinya bukan hal yang sulit karena di tahun lalu telah mencapai angka 361. Oleh karena itu semua institusi dibawah Undip harus melakukan penataan, khususnya data dan dokumen seperti kelengkapan; Akurasi; Ketersediaan; Ketersediaan regulasi; Reakreditasi prodi yang Masih B dan C; Pengangkatan dan kenaikan jabatan fungsional dan Sistem Informasi. Demikian Rektor Undip, Profesor Dr.Yos Johan Utama menegaskan dalam sambutan pengarahannya di Rapat Kerja Universitas Diponegoro awal tahun 2017, Rabu kemarin (1/3).

Setidaknya ada 7 issu strategis yang menjadi perhatian Rektor saat ini, yaitu Kewajiban publikasi karya ilmiah secara nasional maupun internasional bagi Lektor Kepala dan Profesor sebagai implikasi dari berlakunya Permenristekdikti Nomor 20 Tahun 2016; Akreditasi institusi perguruan tinggi; Saringan Ujian masuk PTN melalui SNMPTN, SBMPTN, UM; Pencapaian indeks kinerja Undip; Kegiatan penelitian dan pengabdian; Prestasi kemahasiswaan dan Pelaksanaan belanja modal 2017.

Prof. Yos berharap melalui Permenristek itu dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas publikasi dosen pada jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional terindeks dan bereputasi. Guru besar Ilmu Hukum Tata Usaha Negara itu mengingatkan agar para dosen dalam jabatan lektor kepala dan professor tetap semangat memenuhi kewajiban tersebut. Mereka yang tidak memenuhi kewajiban, di tahun 2018 tunjangan profesinya akan diberhentikan sementara sebesar 25% dari yang diterimanya setiap bulan. Oleh karenanya Undip akan melakukan segala upaya untuk persiapan pelaksanaan Permenristekdikti tersebut melalui upaya-upaya mitigasi kepada dosen terdampak; mempertahankan dan meningkatkan akreditasi jurnal; mendorong indeksiasi jurnal internasional Undip serta memberikan insentif kepada capaian selebihnya.

Rapat Kerja Universitas yang dilaksanakan secara sehari penuh, diikuti kurang lebih 150 peserta terdiri dari para pimpinan Fakultas, direktur dan wakil direktur, kepala biro serta pimpinan lembaga di lingkungan Undip. Masing masing Fakultas dan lembaga memaparkan rencana kerja mereka dalam satu tahun serta target dan capaian tiap semesternya. Tidak luput Majelis Wali Amanat dan Senat Akademik serta para Wakil Rektor juga memaparkan rencana kerjanya setahun mendatang.

Salah satu gagasan menarik dari Rapat Kerja tersebut disampaikan Wakil Rektor Bidang Bisnis dan Komunikasi Alumni, Budi Setyono yaitu pengembangan kampus Undip yang dapat menarik bagi para investor. Wakil Rektor yang juga pakar bidang ilmu politik itu merencanakan optimalisasi asset kampus yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekaligus sebagai wisata edukasi, seperti waduk di Undip yang saat ini belum tertata apik. Demikian juga pengembangan baberapa  unit usaha yang direncanakan menjadi holding company yang berbasis hasil penelitian dosen-dosen Undip. Selain itu penguatan jejaring alumni serta program alumni mengajar serta berbagi pengalaman kerja juga menjadi prioritas perhatian bidang ini. Harapannya para mahasiswa atau calon wisudawan Undip mendapatkan bekal dan “clue” ketika harus bersaing dengan alumni dari perguruan tinggi lain. Budi juga menegaskan bahwa hal yang tidak kalah penting yakni jalinan kerjasama dengan perusahaan yang selama ini menjadi mitra kerjasama Undip harus dikembangkan, sehingga mampu menampung para lulusan dan ada kepastian bagi lulusan bahwa mereka sudah diterima kerja pada perusahaan sebelum saatnya wisuda. “sampai dengan saat ini, melalui UCC (Undip Career Centre), kita sudah menyalurkan kurang lebih 7000 wisudawan ke perusahaan-perusahaan mitra kerja” tandasnya. (Nunus/Humas) rakerta-


Statistik

News