KKN DORONG KARIER MAHASISWA

undip.ac.id Kuliah Kerja Nyata (K2N) berperan sangat efektif mendorong karier mahasiswa setelah lulus, melalui tempaan pengalaman menyelesaikan masalah di lapangan, serta bekerjasama dengan TIm. Hal tersebut terungkap dalam penarikan kembali mahasiswa K2N Undip, Selasa, 24/8, bertempat di Halaman LPPM Widya Puraya Universitas Diponegoro Tembalang, diselenggarakan acara Penarikan kembali Mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Tim II 2010.

Dalam kesempatan tersebut Prof. Dr. dr. Susilo Wibowo MS.Med., Sp. And. Selaku Rektor  Undip secara resmi menerima kembali mahasiswa KKN Tim II  yang  selama satu bulan lebih mengabdikan diri pada masyarakat. di Kota Semarang “Yang menjadi harapan, tentunya program-program yang disosialisasikan pada masyarakat  tetap berlanjut sepeninggal para mahasiswa KKN, kegiatan KKN ini merupakan salah satu bentuk kontribusi yang diberikan mahasiswa Undip  untuk masyarakat” ujarnya. “Pengalaman yang didapat selama KKN tentunya menjadi  pendorong agar kita lebih maju, pengalaman yang buruk sekalipun akan membantu meniti karier. Untuk menjadi orang yang maju diperlukan sebuah kedisiplinan yang tinggi, kedisiplinan ini adalah kunci untuk menghadapi dunia global yang penuh persaingan, belajarlah leadhership, belajar bahasa asing, harus menggali banyak informasi tapi jangan lupa untuk menyaringnya, dimana kesemuanya itu adalah untuk menunjang masa depan, serta konsisten dengan prinsip agar menjadikan kita lebih kritis dalam menyikapi permasalahan” lanjut Rektor.

Prof. Susilo juga menghimbau para mahasiswa untuk menerapkan jiwa enterpreneurship. “Dengan menanamkan serta menjalankan enterpreneurship merupakan suatu  usaha atau upaya untuk membuka lapangan pekerjaan dimana  masa sekarang ini sangat sulit mendapatkan pekerjaan, entrepreneur akan membuka peluang usaha, yang juga harus dingat dalam ber-entrepreneur adalah memegang kejujuran” ungkapnya.

Sedangkan Laporan Program-Program Kerja Tim II KKN Undip ini, menurut DR. Ir. Eddy Prianto, CES, DEA, selaku Kepala Pusat Pelayanan Kuliah Kerja Nyata mengatakan salah satu program yang disosialisasikan adalah Perda IMB, dimana program tersebut  dilaksanakan sebagai pendukung program yang dicanangkan pemerintah kota untuk memberikan pengertian kepada masyarakat tentang pentingnya IMB bagi mereka. “Pada tahun 2010 ini, tema Sosialisasi Perda telah memberikan kontribusi yang lebih erat antara Pemerintah Daerah, khususnya Kota Semarang dengan Universitas Diponegoro. Selain itu beberapa kerjasama, seperti diskusi DPL dengan bagian teknis Pemda berjalan baik, sumbangan prasarana teknis untuk KKN seperti tempat sampah, leaflet dan bantuan tenaga untuk sosialisasi merupakan wujud nyata dari kerjasama yang dilakukan” tutur Edy. “Beberapa proposal KKN dari mahasiswa maupun kegiatan TPQ juga memberikan kontribusi moril bagi pengembangan KKN Undip. Di kota Semarang, pemberdayaan masyarakat oleh mahasiswa KKN masih sangat diperlukan, dari diskusi awal telah teridentifikasi perlunya pengembangan dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang ada" tambahnya.

Menyoal masalah KKN Universitas Diponegoro program Hibah Penelitian untuk pengembangan Pendidikan berbasis Education For Sustainable Development (ESD) dengan tema  "Pemanfaatan Enceng Gondok dan Sampah Plastik Secara Terpadu Sebagai Upaya Konservasi Lingkungan dan Peningkatan Pendapatan Masyarakat Di sekitar Rawa Pening”, menurut Eddy Prianto program ini diikuti oleh mahasiswa interdisipliner Ilmu yang telah diuji oleh dosen-dosen berkompeten. Kegiatan Tim KKN fokus pada pemanfaatan enceng gondok dan sampah plastik, yang pada akhirnya diolah menjadi sebuah produk kerajinan seperti tas enceng gondok, sandal,  gantungan kunci, dll. Sedangkan untuk Lokasi KKN berbasis ESD, berada di desa Rowobane, kecamatan Banyubiru, Ungaran.