Semarang,undip.ac.id. Bertempat di gedung pascasarjana kampus undip pleburan pada hari sabtu 27 Februari 2010 diadakan ujian promosi doctor Mexitalia Setiawati Estiningtyas, M dengan judul “Faktor Resiko obesitas Pada Remaja” yang dikaji dari sudut energy expenditure dan polimorfisme gen uncoupling protein 2 dan 3. Rapat senat terbuka terbatas tersebut dipimpin oleh Prof.Dr.Ir. Sunarso, MS selaku sekretaris senat.
Ujian promosi doctor Mexitalia Setiawati Estiningtyas tersebut dipromotori olehProf.Dr.dr.Ag.Soemantri, SpA(K),Ssi dan ko-promotor dr.Damayanti R.Sjarif,PhD,SpA(K) dan Prof.Dr.dr.Hertanto Wahyu Subagio,MS,SpGK. Dengan apara anggotanya Prof.Dr.dr.Soeharyo Hadisaputro,Sp.PD-KPTI, Prof.Dr.dr.Harijono Soejitno,SpA(K), Prof.Dr.dr.RRJ Sri Djokomoeljanto,Sp.PD-KE, Prof.dr.Siti Fatimah Muis,MSc,Sp.GK, Prof.dr.Sultana M.H.Faradz,Ph.D, Prof.Drs.Y.Warella.MPA,Ph.D.Perempuan kelahiran Semarang mangambil tema obesitas dilatarbelakangi oleh obesitas menjadi masalah didunia karena prevelensinya yang meningkat pada anak dan orang dewasa di Negara maju maupun Negara sedang berkembang. “di Semarang overweight pada anak 6-7 tahun adalah 9,1% sedangkan obesitas 10,6%”, tutur perempuan berusia 43 tahun ini.
Obesitas menurutnya merupakan interaksi antara factor genetic dan lingkungan. Kerentanan seseorang ditentukan oleh genetic tetapi lingkungan dan perilaku berperan penting pada ekspresi fenotip obesitas. “salah satu gen yang berperan pada obesitas adalah uncoupling protein (UCP) yang dihubungkan dengan metabolism energy”, ungkapnya
Mexitalia yang juga sebagai staf pengajar Sub Bagian Nutrisi & Penyakit Metabolik Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK UNDIP/RS Dr. Kariadi semarang ini melakukan penelitian ini dengan tujuan menganalisis peran energy expenditure dan polimorfisme SNP UCP3-55c/t, UCP3 Y210Y dan UCP2 A55V dan haplotip ketiga SNP tersebut sebagai factor risiko obesitas pada remaja.
Penenlitian ini dilakukan di sebuah SMP di kota Semarang tahun 2005-2007 dengan subjek remaja obesitas dan remaja dengan gizi normal berusia 11-15 tahun. “dengan menggunakan alat accelerometer Kenz Lifecoder yang dipakai dipiggang aktifitas fisik para remaja ini dapat diukur selama 7 hari”, katanya. Desain penelitian adalah kasus control pada 79 remaja obesitasa dan 78 gizi normal di Semarang. Analisis statistic yang digunakan independent t-test, dan rasio odd dengan interval kepercayaan 95%.
Yang pada akhirnya penelitian ini menghasilkan bahwa REE (resting energy expenditure) dan TEE ( total energy expenditure) pada obesitas lebih rendah secara bermakna dibandingkan gizi normal. Tidak ada perbedaan aktifitas fisik antara subjek obesitas dengan normal. Semua subyek mempunyai aktifitas sedentary, melakukan aktifitas sedang sampai berat hanya 30 menit/ hari, dan berjalan kaki 8000-9000 langkah/ hari.
Penelitian ini memberikan saran yaitu, untuk pemberian edukasi kepada murid dan orang tuanya tentang meingkatkan sktifitas fisik seperti lebih banyak berjalan kaki, mengurangi menonton televise dan bermain “play station”, memindah kan televise dari ruang tidur anak dan membatasi uang jajan disekolah. Selain itu juga pihak sekolah disarankan untuk memperbanyak fasilitas olahraga.
Pada akhirnya ujian promosi doctor Mexitalia Setiawati Estiningtyas, M ini dinyatakan lulus dengan predikat Cumlaude dan IPK 3,87. “Penelitian yang diambil saudara Mexi ini merupakan ilmu yang sifatnya pragmatis, sehingga sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia”, ungkap Prof.Dr.Ir.Sunarso MS. Sunarso juga menambahkan bahwa setelah menyandang gelar doctor ini, jadilah seperti padi yang semakin berisi akan semakin merunduk. Saling menghargai dan tolong menolong itu diharuskan.
| < Prev | Next > |
|---|

