Pembangunan Kesehatan Berbasis Preventif dan Promotif

SEMARANG, undip.ac.id -  Dalam rangka Dies natalis FKM-Undip yang ke 25. Fakultas Kesehatan Masyarakat menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Mewujudkan Kemandirian Kesehatan Masyarakat Berbasis Preventif dan Promotif”. Pada Sabtu (13/3) bertempat di gedung Prof. Soedarto kampus Undip Tembalang.

 

Yang dihadiri oleh Menteri Kesehatan dr. Endang Rahayu Sedyaningsih,MPH,Dr.PH  Rektor Undip Prof.Dr.dr.Susilo Wibowo,MS.Med, Sp.And, Kepala Dinas Kesehatan provinsi Jawa Tengah, Prof.Dr.dr.Soeharyo Hadisaputro, Sp.PD (KTI), Ketua IAKMI Pusat Dr. Adang Bachtiar, MPH, Dr.PH,hadir pula Presdir. PT. Sidomuncul Ir. Irwan Hidayat dan tamu kehormatan lainnya, yang juga dihadiri oleh + 1000 peserta.

Dalam sambutannya Dekan FKM Dra. Tinuk Istiarti, M.Kes mengatakan bahwa maksud diselenggarakannya Seminar Nasional ini sebagai media interaksi dan edukasi antara kalangan akademisi dengan pemerintah baik provinsi maupun daerah juga dengan multi stakeholder kesehatan untuk bekerjasama membuat action mewujudkan kemandirian kesehatan masyarakat. “ini merupakan momentum terbaik bagi FKM Undip untuk menjalin dan bersinergi dengan pemerintah provinsi Jawa Tengah untuk dapat merealisasikan strategi kebijakan Departemen Kesehatan”, ungkapnya.

Pada kesempatan itu pula Rektor Undip Prof. Susilo Wibowo juga mengungkapkan bahwa untuk meningkatkan kesehatan maka FKM haruslah menjadi ujung tombak di kampus Undip ini. Sekarang ini  FKM Undip sudah mempelopori untuk adanya kebijakan area bebas rokok. “ di FKM sudah ada kawasan khusus bebas rokok, ini menunjukkan bahwa FKM sudah mencanangkan pola hidup sehat”, tuturnya.

Kemudian Menkes memberikan paparan dengan topik “Strategi Kesehatan Kementrian dalam Pembangunan Kesehatan Yang Berbasiskan Preventif dan Promotif”. Untuk mewujudkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing, pembangunan kesehatan diarahkan pada peningkatan kesadaran, kemauan hidup sehat bagi setiap orang agar derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud. “ Derajat kesehatan merupakan pilar utama bersama-sama dengan pendidikan dan ekonomi yang sangat erat kaitannya dengan pengingkatan kualitas sumber daya manusia, sehingga akan membentuk sumber daya manusia yang tangguh, produktif dan mampu bersaing untuk menghadapi semua tantangan yang akan dihadapi”, ujar Menkes.

Pelayanan  kesehatan dasar harus terselenggara atau tersedia untuk menjamin hak asazi semua orang untuk hidup sehat. Maka pemerintah telah berhasil membangun Puskesmas di setiap kecamatan, sampai saat ini telah terdapat 8.548 Puskesmas, 22.337 Puskesmas Pembantu yang didukung  6.711 Puskesmas keliling roda 4 dan 868 Puskesmas keliling perahu/kapal. Di tingkat masyarakat telah tumbuh berbagai upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat sebagai wujud pemberdayaan masyarakat yaitu sekitar 269.000 Posyandu, 52.000 poskesdes, ujar Menkes.

Ditemui dalam jumpa pers seusai menjadi pembicara dalam acara tersebut, Menkes mengatakanbahwa peran industry jamu saat ini masih sebatas upaya pencegahan (preventif) dan peningkatan (promotif) kesehatan masyarakat belum masuk sebagai upaya pengobatan. Selain itu, jamu juga dimasukkan sebagai upaya rehabilitative. Jamu digunakan dalam proses penyembuhan pasien dari sakit. “ jamu kami ajak masuk ke dalam upaya promotif, preventif, dan rehabilitative. Kalau sebagai pengobatan belum”, katanya.

[Download dalam PDF]