Data akhir 2007 di Depdiknas menunjukkan jumlah dosen yang sudah memiliki gelar S2 dan S3 baru 50,56 persen dari semua dosen yang ada. ”Kami benar-benar memprioritaskan mereka. Anggaran yang tersedia sekarang untuk beasiswa jumlahnya Rp1,2 triliun. Beasiswa ini diberikan untuk menolong dosen yang belum S2 atau S3 tanpa diskriminasi yang berada di negeri maupun swasta,” jelasnya, kemarin.
Pada tahun 2008, program beasiswa yang disediakan untuk S2 sebanyak 4.000 orang dan untuk S2 sebanyak 2.500 orang, namun yang terserap sampai sekarang baru 1.104 orang. Penerima beasiswa akan menyelesaikan tugasnya tahun ini dan sekitar 1.000 orang lagi akan menyelesaikannya tahun 2009.
Pada tahun 2009, Ditjen Dikti kembali membuka program beasiswa sebanyak 5.500 orang untuk S2 dan 2.500 orang untuk S3. Namun menurut Muklas, kenyataannya tidak mudah untuk mendorong dosen yang baru memiliki kualifikasi S1 karena berbagai alasan, di antaranya karena faktor geografis dan faktor lainnya.
Kendala
Untuk memberikan kemudahan bagi para dosen yang terkendala, baik karena faktor personal maupun geografis, katanya, pemerintah mencarikan solusi dengan pola aliansi program pascasarjana.Tujuannya untuk memberikan kemudahan bagi dosen berijazah S1 menempuh S2 di perguruan tinggi yang ada di dalam negeri. ”Tentunya disesuaikan dengan standar tertentu,” kata Muklas.
Progam aliansi itu juga dimaksudnya agar dosen dalam mengambil S2 atau S3 jurusannya disesuaikan dengan bidang saat mengambil S1. ”Bagi mereka yang mengambil S3 yang sedang menyusun disertasi di dalam negeri bisa mengambil program sandwich, meneruskan selama empat bulan di luar negeri untuk memperkaya bidangnya,” ucapnya.
Dengan berbagai program tersebut, Muklas mengharapkan pada tahun 2009 jumlah dosen yang sudah S2 maupun S3 bertambah sehingga bisa mencapai 52 persen dari total dosen tetap negeri dan yayasan yang ada di Indonesia yang berjumlah 159.674 orang.
| < Prev | Next > |
|---|



