TEMU KANGEN ALUMNI FE UNDIP MERIAH

Semarang, Undip.ac.id, Sabtu malam (20/3) kemarin di halaman belakang Fakultas Ekonomi, kampus  Undip Pleburan berlangsung malam temu kangen para alumni Undip angkatan 1960 - 2006. Acara yang dikemas dengan sederhana ini sangat meriah. Sedikitnya 1.500 orang alumni dari berbagai kota di Indonesia tumpah di halaman yang becek akibat diguyur hujan sejak siang hingga malam hari.

 

Temu kangen para alumni Fakultas Ekonomi Undip Sabtu kemarin merupakan rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-50 Fakultas Ekonomi Undip. Dari pantauan humas, acara ini sangat meriah, namun ada sedikit kendala berupa turunnya hujan yang mengguyur kota semarang sejak dore hingga malam hari.

 

Para peserta temu alumni yang kebanyakan datang dari luar kota dengan pakaian yang bagus-bagus terpaksa harus berbasah-basah, bahkan sepatu dan sandal mereka juga terkena lumpur tanah yang cukup dalam, sehingga susah untuk berjalan.

Ibu Noni, salah satu panitia temu alumni FE Undip mengatakan, kondisi hujan ternyata tidak menghalangi minat para alumni datang ke acara temu alumni ini, sebab jauh hari sebelumnya sudah memesan tiket baik untuk transportasi darat laut dan tempat istirahat malam. "Sedikitnya 1.500 orang alumni datang ke acara ini. Dari 1.500 orang alumni, 50 orang diantaranya adalah angkatan tahun 1960. Karena usianya tua-tua, mereka terpaksa disediakan bus khusus untuk membawa mereka dari hotel ke lapangan ini," ujar bu Nunik.

Acara temu alumni ini selain diisi dengan sambutan dari Ketua Panitia, Rektor juga diisi dengan drama wayang orang, dengan bintang tamu, wati pesek. Puluhan pemain sebagian besar diperankan para dosen dan mahasiswa serta pimpinan di lingkungan Fakultas Ekonomi Undip.

Banyolan-banyolan segar yang bermuatan nada kritik ke Dekan FE Undip, maupun Rektor Undip terus bergulir. Diantaranya, untuk program ujian mandiri yang dilaksanakan Undip setiap tahunnya, para calon mahasiswa yang berasal dari putra-putri dosen maupun karyawan Undip, tetap saja harus membayar seperti calon mahasiswa di luar anak-anak orang Undip.

"Anak dosen undip dengan anak-anak yang berasal dari luar Undip juga sama saja. Sama saja bayar, tidak ada pengecualian. Padahal seharusnya ada perbedaan. Kalaupun bayar, paling tidak harus ada perbedaan jumlah uangnya, jangan disamaratakan dong. Disamping itu, perlu ada kemudahan di sisi administrasi atau yang lain," tutur Wati Pesek yang memperagakan sebagai salah seorang dosen dari FE Undip.