Semarang, Undip.ac.id, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ditantang meniadi universitas enterpreneurship di wilayah Jawa Tengah. Ini sangat mungkin, sebab selama ini Undip sudah memulai membekali para mahasiswa dengan pembentukan sikap, mental, ketrampilan bagi para mahasiswanya. Jika Universitas Andalas Padang, Sumatera Barat saja bisa, maka untuk Undip hal itu sangatlah mudah. Apalagi, rektornya selama ini sangat getol interest dengan masalah kewirausahaan mandiri.
Harapan tersebut disampaikan pengusaha nasional terkemuka, Ciputra, dalam seminar kewirausahaan dan waralaba dalam rangka Dies Emas Fakultas Ekonomi, Undio di gedung Pasca Undip Jln Iman Barjo kemarin.
Manurut Ciputra, di Indonesia saat ini terdapat dua juta sarjana yang menganggur. Mengapa ini bisa terjadi, karena pada saat mereka belajar dibangku kuliah, sedikti sekali mendapatkan pendidikan ketrampilan sebagai seorang entrepreneurship. Orientasi para dosen juga sangat kecil menyiapkan para pahasiswa menjadi orang-orang yang terjun ke dunia wiraswasta.
"Kebanyakan dari para dosen, hanya memberi materi yang bersifat teoritis, tidak pernah menyentuh yang aplikatif sehingga pra mahasiswa terbentuk mentalnya hanya mengharapkan dari orang lain. Tidak semua dosen punya sikap begitu, tapi sebagian besar mereka (dosen-red) masih belum membuka cakrawala berfikir yang luas. Akibatnya hanya bisa mencetak sarja-sarjana yang siap nganggur. Ini sangat memprihatinkan bagi dunia pendidikan di Indonesia," ujar Ciputra.
Yang dimaksud entrepreneurship itu,lanjut ciputra, adalah bagaimana kita berfikir gila (tidak lazin-red-) mengubah kotoran menjadi emas. Untuk bisa menciptakan itu semua, dibutuhkan orang-orang yang berpikir kreatif, inovatif dan tekun. Orientasi berfikirnya juga harus belajar to now, to do dan to be. Jadi, kalau ada yang bilang kesuksesan seseorang itu dari faktor keturunan, keluarga, itu jelas tidak benar. Sebab, kalau mengandalkan keturunan sifatnya tidak abadi.
Menyinggung keberadaan Undip, yang salama ini telah menjadi Universitas terkemuka di Indonesia pada umumnya dan Jawa Tengah pada khususnya, maka sudah saatnya menyiapkan diri sebagai perguruan tinggi entrepreneurship di Jawa Tengah. Dari berbagai aspek Undip telah memenuhi syarat, apalagi rektor dan para dosennya sebagian besar telah memiliki kemampuan di bidang kewirausahaan.
Sekarang ini, lanjut Ciputra, tinggal bagaimana komitmen para pimpinan undip dan dosen, apakah tetap mau menjadi universitas yang biasa -biasa saja, atau menjadi pencetak tenaga-tenaga kerja muda yang handal untuk bangsa ini. Sebab, data yang ada, di Indonesia saat ini masih sangat sedikit jumlah lulusan sarjana yang melirik ke dunia wirausaha.
Sementara itu, pengusaha jamu sido muncu asal Semarangl, Irwan Hidayat, siap menciptakan lapangan kerja baru, dengan membuat Warung Rakyat. Warung ini nanti akan didirikan di semua wilayah Indonesia. Dengan bantuan dana pembuatan kios (warung) dari Sido muncul. Kemudian, produk yang dijual sebagian adalah produk jamu sido muncul, selebihnya produk dari luar sido muncul. Meskipun baru wacana, namun ide gila ini dinilai peserta seminar cukup manarik. Sehingga banyak dari peserta seminar yang mendaftarkan dini menjadi mitra dari sido muncul.
| < Prev | Next > |
|---|

