Semarang.undip.ac.id. Genetika merupakan ilmu hereditas atau keturunan. Dalam ilmu kedokteran, genetika diperlukan untuk mengetahui kelainan atau penyakit serta menelusuri sifat keturunan seseorang. Medical genetics juga membahas tentang hubungan antara komposisi/variasi DNA dengan suatu penyakit. Demikian diungkapkan oleh Rob Collin, PhD, dalam acara Seminar genetik dengan tema “Genetics, what can we do with it” (21/6) di Gedung Prof Soedarto Universitas Diponegoro.
Dalam seminar ini, Rob menyatakan bahwa genetika tidak hanya tentang konseling atau perspektif terapi, tapi juga tentang pengaruh lainnya terhadap kehidupan dan masyarakat. Konseling genetik dapat memberikan manfaat pada seseorang terkait masalah genetik, terutama dalam mencegah munculnya kelainan-kelainan genetik pada keluarga. Gen-gen yang merupakan pembawa sifat yang sebenarnya ditemukan dalam jumlah yang sangat besar dalam setiap kromosom pada seseorang. Pada kembar identik (monozigot), memiliki kromosom dan gen yang identik karena mereka dibentuk dari duplikasi sebuah zigot tunggal. Kembar yang tidak mirip satu sama lain (kembar fraternal), berkembang dari dua zigot terpisah (dizigotik). Kembar fraternal dapat mirip satu sama lain, seperti kakak dan adik, tetapi mereka juga akan berbeda dalam banyak faktor. Selain faktor genetik sebagai faktor yang berpengaruh terhadap seseorang, terdapat faktor-faktor lain yang sangat bekerja aktif pada diri manusia, seperti pendidikan, kondisi keluarga, masyarakat, ekonomi, budaya, makanan dan sebagainya. Sebagai contoh, seseorang akan beradaptasi ketika berada di lingkungan yang baru. Apabila seseorang tersebut dengan riwayat genetik yang baik dan memiliki potensi yang baik ditempatkan pada lingkungan yang buruk dan tidak mendukung, tentu tidak akan berkembang dan kemampuan yang ada didalam diri seseorang tersebut perlahan akan hilang.
Masalah-masalah genetik yang ada menuntut para ahli untuk menciptakan solusi dengan menggunakan kemajuan teknologi. Teknologi yang sedang berkembang saat ini terkait dengan genetika dalam kesehatan yaitu penanganan melalui terapi gen. Proses terapi gen ini yaitu memperbaiki gen-gen yang rusak dan dengan menggunakan perantara, DNA yang diinginkan disisipkan ke dalam sel dan disuntikkan ke dalam tubuh.
Dalam seminar, Rob menunjukan sebuah video yang menunjukkan keberhasilan dari terapi gen pada anak dengan inherited blindness (buta bawaan). Sequence research harus dilakukan untuk membuktikan bahwa terapi gen adalah cara yang efektif untuk menangani genetic disease. Di Indonesia sendiri, terkait dengan sequence research, masih terhalang masalah dana. Untuk itu, dari pihak studi genetika akan terus melakukan kolaborasi dengan institusi-institusi dan negara-negara maju untuk mengembangkan teknologi genetik tersebut. Pip/Ir
| < Prev | Next > |
|---|
