Semarang, undip.ac.id, Program Pascasarjana Ilmu Kedokteran Universitas Diponegoro telah meluluskan Doktor di bidang Patologi Klinik, dr. Banundari Rachmawati, SpPK(K) lulus dengan predikat cumlaude, sabtu, 30/6 di Gedung Pascasarjana Undip Pleburan.
Dalam penelitiannya, dr. Banundari, membahas tentang Pengaruh Pemberian Folate terhadap Kadar Homocysteine, Nitric Oxidae dan Status Retinopati Diabetik, Studi eksperimental pada tikus Sparague Dawley. Penelitian ini berlatar belakang mengenai Retinopati diabetik (RD) merupakan komplikasi diabetes mellitus (DM) yang ditandai dengan hilangnya kapiler retina (karena iskemia progresif), peningkatan permeabilitas, pertumbuhan pembuluh darah baru, dan dapat menyebabkan kebutaan.
Dia pada saat ujian promosi Doktor mengungkapkan bahwa Tujuan dari penelitian ini adalah Menganalisis pengaruh pemberian folatedosis 2, 4, 8 ppm pada tikus Sprague Dawley diabetes yang diinduksi streptozotocin terhadap penurunan kadar homocysteine, kadar nitric oxide dan status retinopati diabetik (Penurunan kadar VEGF serum, penurunan ekspresi VEGF retina, penurunan kuantitas pembuluh darah baru retina dan penurunan kuantitas kebocoran pembuluh darah retina). Penelitian ini diharapkan akan memberi manfaat terhadap ilmu pengetahuanyakni memberikan sumbangan tentang peran pemberian folate terhadap kadar NO, Hcy, VEGF serum dan kejadian retinopati diabetik pada tikusSprague Dawley diabetes yang diinduksi dengan streptozotocin dan bahan referensi penelitian terkait penatalaksanaan diabetes untuk mencegah komplikasi retinopati diabetik. Manfaat terhadap pelayanan kesehatan masyarakat adalah memberikan masukan kepada pengambil kebijakan sebagai bahan kajian untuk penelitian selanjutnya pada manusia.
Ia juga menguraikan Dari beberapa hasil penelitian yang ditemukan, salah satunya adalah bahwa tikus dengan kadar Hcy serum yang tinggi ( kontrol positif) juga mengalami kebocoran pembuluh darah yang paling berat. Sedangkan kesimpulan dari penelitan dr. Banundari Folic acid terbukti merupakan sediaan yang dapat menurunkan kadar Hcy. Setengah jumlah Hcy adalah hasil metabolisme remetilasi methionine dan membutuhkan donor methyl dari folate, oleh sebab itu folate merupakan pilihan untuk pengobatan.
Penelitian lanjutan serupa pada manusia diharapkan dapat mencegah dan atau menurunkan kejadian retinopati diabetik. VEGF serum tidak direkomendasikan untuk menggambarkan status retinopati diabetik, ekspresi VEGF retina dengan IHC, kuantitas pembuluh darah baru retina dengan pengecatan HE dan kuantitas kebocoran pembuluh darah retina dapat dipakai untuk menggambarkan retinopati diabetik pada hewan coba.
Tikus SD diabetes yang tidak mendapatkan folate, justru mengalami peningkatan kuantitas pembuluh darah retina secara bermakna artinya mengalami PDR.Folate tidak diindikasikan untuk menurunkan kadar GDP, tampak dari hasil pemeriksaan GDP kelompok kontrol negatif dan positif pasca perlakuan yang meningkat Folate menurunkan kadar Hcy, pada kontrol positif yang tidak mendapatkan FA, kadar Hcy pra dan pasca tetap tinggi sementara kuantitas pembuluh darah baru retina meningkat secara bermakna hal ini perlu penelitian lebih lanjut.
| < Prev | Next > |
|---|
