SBMPTN Hari Kedua Berjalan Lancar

Pelaksanaan SBMPTN hari kedua di lokasi Undip berjalan lancar, walaupun sempat ada jumlah peserta yang beda antara jumlah peserta yang hadir dengan absensi kedatangan, Hal itu sudah dapat dikoreksi dan tidak menjadi masalah sehingga tidak menganggu pelaksanaan ujian. Hal itu disampaikan Rektor Undip Prof. Sudharto P.Hadi M.Es. PhD pada saat meninjau ujian SBMPTN hari kedua di Jurusan D3 Fakultas Teknik Undip Rabu (19/6). Pada lokasi ini sendiri pada hari kedua sebanyak 42 peserta tidak hadir setelah kemarin pada hari pertama sebanyak 41 peserta tidak hadir dari total 400 peserta yang tersebar dalam 10 ruangan.

“Parameter penilaian SBMPTN ini adalah murni hasil ujian tulis tidak melihat nilai raport atau hasil UAN karena ditangan para siswalah hasil seleksi ini ditentukan. Mudah-mudahan saat tes para peserta dalam keadaan sehat, sehingga dapat berkonsentrasi mengerjakan soal dengan benar” jelas Prof. Sudharto.

Lebih lanjut ia juga menyampaikan bahwa pada pelaksanaan SBMPTN tahun ini tingkat kesadaran calon mahasiswa cukup tinggi hal ini bisa dilihat tidak banyak yang datang terlambat di lokasi ujian.

Uang Kuliah Tunggal

Menyinggung soal Uang Kuliah Tunggal  Untuk calon mahasiswa yang tidak mampu yang lolos dari SBMPTN ini sudah disediakan jalur bidikmisi. Sedangkan sebagian lagi nanti akan dimasukan pada tarif UKT untuk kelompok 1 dan 2 . UKT tidak mahal, karena penyusunannya tidak sembarangan. UKT adalah sejumlah biaya yang akan digunakan untuk menghasilkan seorang sarjana. Penghitunganya sesuai kisaran jumlah yang dibutuhkan dan dibagi sesuai jumlah semesternya. Dibagi 6 semester untuk D3, dan 8 semester untuk S1. Dengan telah membayar UKT, mahasiswa tidak perlu lagi membayar KKN, KKL, laboratorium, serta asuransi mahasiswa” tutur Prof. Sudharto.

Bagi mahasiswa tidak mampu yang masuk ke kelompok 3 dan 4 dapat mengajukan banding yang sudah dibuka sejak Kamis (13/6) dan ditutup pada hari Kamis (20/6). Diharapkan mahasiswa yang mampu tidak mengajukan banding UKT, karena diberlakukannya UKT ini adalah untuk subsidi silang bagi mahasiswa tidak mampu. Proses banding ini akan disetujui melalui setalah dilakukan tahap verifikasi ke tempat tinggal calon mahasiswa khususnya untuk Semarang, Ungaran, Kendal dan Demak akan didatangi langsung ke rumahnya, sedangkan untuk daerah lain akan ditelpon ke rumah dan tetangganya”. lanjut Prof. Sudharto.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa UKT ini menjamin tidak akan adanya pungutan biaya belajar selain dari sejumlah biaya yang ditetapkan melalui UKT. UKT ini memberikan kesempatan lebih banyak untuk mensubsidi mahasiswa yang tidak mampu dan dijamin tidak akan memberatkan mahasiswa.