FGD RUU EBT Kerjasama Badan Keahlian DPR RI dan LPPM Undip

FGD RUU EBT Kerjasama Badan Keahlian DPR RI dan LPPM Undip

Category : Beranda , Berita , Events

Indonesia secara alamiah dianugerahi sumber daya energi yang melimpah oleh ALLAH SWT . Ketersediaan energi yang bersumber dari fosil semakin lama  akan terus berkurang. Sementara sumber daya Energi Baru dan Terbarukan (EBT) belum dikelola dan dimanfaatkan secara optimal, sehingga pemanfaatannya perlu didorong  untuk menjamin dan meningkatkan ketersediaan, ketahanan dan kemandirian  energi nasional secara berkelanjutan.

Peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang EBT masih tersebar sehingga belum dapat menjamin landasan hukum yang kuat, komprehensif dan menjamin kepastian hukum

Berdasarkan pertimbangan diatas perlu dibuat Rancangan Undang Undang Energi Baru dan Terbarukan. Sebagai bahan informasi Energi Baru meliputi : nuklir, hidrogen, batu bara tercairkan dan batubara tergaskan. Adapun energi terbarukan mencakup : panas bumi, angin, bioenergi, sinar matahari, aliran dan air terjun, sampah.

Universitas Diponegoro merupakan salah satu 5 universitas terbaik di Indonesia diharapkan bisa berperan aktif dalam lahirnya UU EBT ini. Undip sudah terlibat dalam pembahasan RUU EBT untuk kedua kalinya,  yaitu pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPR RI dan FGD 1 di Karawaci, Tangerang.

Pada FGD yang ke-2 ini Undip diberi kehormatan untuk menjadi tuan rumah dengan mengundang para penggiat Energi Baru dan Terbarukan dengan harapan untuk bisa menyempurnakan draf RUU EBT.

FGD ke-2 dilaksanakan di gedung ICT lantai 5 kampus Undip Tembalang pada hari Selasa (26/2). Hadir pada acara tersebut, Wakil Ketua DPR RI Dr.Ir. Agus Hermanto, MM dan Kepala Pusat Perancangan Undang-Undang Badan Keahlian DPR RI Dr. Inosentius Samsul, SH.,M.Hum. dan Rektor Universitas Diponegoro Prof. Dr. Yos Johan Utama, SH.,M.Hum.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua DPR RI Dr.Ir. Agus Hermanto,MM menyampaikan pentingnya energi terbarukan untuk mengurangi impor minyak mengingat ketersediaan fosil yang menipis,disamping dampak terhadap lingkungan akibat eksplorasi fosil. Beliau menyampaikan, “Saat ini Indonesia menduduki rangking 2 sebagai penghasil geothermal di dunia, di bawah Amerika”. Berkaitan dengan energi geothermal atau energi panas bumi, Beliau menyampaikan, “Di Ungaran terdapat energi panas bumi dari gunung Ungaran yang perlu terus dikembangkan”. Sejalan dengan yang disampaikan oleh Wakil Ketua DPR RI, Rektor Undip Prof Yos Johan Utama menyampaikan bahwa untuk mengembangkan geothermal di Ungaran,Undip memiliki pakar dan tenaga ahli yang siap mensupport baik pada aspek ilmu kebumian,sosial,ekonomi maupun hukum.


Statistik

 
NEWS
UPACARA PENGUKUHAN GURU BESAR, GEDUNG PROF. SOEDARTO, KAMPUS UNDIP TEMBALANG (12/11)