“Sucikan Hati, Kuatkan Silaturahmi”

“Sucikan Hati, Kuatkan Silaturahmi”

Category : Beranda , Berita , Events

  • Halal-Bihalal Civitas akademika Undip.

Hari pertama masuk kerja pasca lebaran, Universitas Diponegoro menggelar halal bihalal bagi seluruh sivitas akademika, Senin (10/6). Acara dengan tema “Mensucikan Hati, Menguatkan Silaturahmi” berlangsung di gedung Prof. Sudarto. SH, kampus Undip Tembalang, diisi tausiah oleh KH. Duri Ashari dari Semarang dan dimeriahkan oleh kelompok Rebana mahasiswa dari UKM Universitas.

Dalam tausiahnya, KH.Duri Ashari mengingatkan bahwa acara halal bihalal yang sudah lazim dilakukan masyarakat Indonesia pasca lebaran, dapat dijadikan momentum yang tepat bagi manusia untuk mengakui kesalahan dan saling meminta maaf antar sesama, meskipun meminta maaf tidak harus menunggu selesai lebaran/halal bihalal.

Oleh karenanya saat halal bihalal sebagai manusia hendaknya mengingat dan mengakui  kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat. “Salah merupakan sebab akibat dalam hubungan antara manusia dengan manusia. Kalau dalam hubungan manusia dengan Alloh, itu namanya dosa yang hanya bisa ditebus melalui sholat dan amalan-amalan tertentu.” terangnya.

Menurutnya, salah itu terbagi menjadi tiga kategori yakni salah yang membawa musibah, salah  membawa berkah,  dan salah membawa susah. Orang yang bersalah, tetapi tidak mau mengakui kesalahannya maka  cepat atau lambat akan membawa musibah bagi dirinya sendiri. Sementara orang yang salah tetapi mengakui kesalahannya dan mau meminta maaf, ini salah yang membawa berkah karena hubungan sesama manusia sudah selesai. Salah yang membawa susah, jika orang yang salah tidak mau mengakui kesalahannya dan dibawa sampai mati, maka akan menyusahkan dia sendiri di alam khuburnya.

Terkait dengan dosa, setidaknya ada 5 cara untuk menghapus dosa (salah antara manusia dengan Alloh), yakni penghapus dosa harian namanya sholat, penghapus dosa setiap minggu adalah sholat jum’at, pengapus dosa setiap tahun adalah puasa bulan ramadhan, penghapus dosa sekali seumur hidup namanya ibadah haji, penghapus dosa setiap saat adalah istigfar. “Makanya sering-seringlah Istighfar, agar selalu dihapuskan dosa-dosa kita” jelasnya.

Sementara itu Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Yos Johan Utama dalam sambutannya mengingatkan seluruh civitas akademika agar pasca lebaran ini untuk tetap meningkatkan ibadah dan ketaqwaan pada Alloh SWT seperti saat bulan suci romadhon. “Dengan semangat ketaqwaan di bulan ramadhan dan Idul Fitri ini, marilah bersama berlomba-lomba kebaikan yang akan semakin memperkokoh kita, agar kita semakin kuat dalam beribadah dan meningkatkan kualitas Universitas Diponegoro.” ujarnya. (Nd, Rnt- Humas)


Statistik

 
NEWS