Expo KKN Kabupaten Semarang Ciptakan Antiseptik Wori dan Air Kunyit Untuk Hilangkan Bau Feses Ternak

Expo KKN Kabupaten Semarang Ciptakan Antiseptik Wori dan Air Kunyit Untuk Hilangkan Bau Feses Ternak

Antiseptik Wori

“Antiseptik Wortel dan Leri atau Wori ini merupakan antiseptik ramah lingkungan dengan bahan yang sederhana namun tetap memberi manfaat besar untuk membunuh kuman, mencegah penularan penyakit, melembabkan kulit dan melindungi kulit dari sinar UV” ungkap Tiffany, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro, Desa Sumowono, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang.

Menurut Tiffany dkk, pada saat mensosialisasikan produk ini pada masyarakat, ternyata banyak yang tertarik membuat sendiri karena berbahan dasar wortel dan air cucian beras. Tiffany  menjelaskan pembuatan antiseptik ini cukup mudah, wortel dikupas kulitnya, dicuci bersih, ditambahkan sedikit air kemudian di blender, selanjutnya wortel disaring. Untuk leri didapat dari beras yang dicuci dengan air hingga cucian kedua, kemudian air cucian beras dipisahkan dari beras. Kedua bahan tersebet dicampurkan ditambahkan dengan alkohol 70% dengan perbandingan 2:1:1.

“Campuran bahan dihomogenkan dengan dikocok, dan antiseptik siap digunakan pada bagaian tubuh yang membutuhkan terutama tangan, komposisi antesiptik ini adalah 50% sari wortel. 25% air cucian beras, 25 % Alkohol” lanjut Tiffany. Tiffany, dkk berharap masyarakat semakin sadar akan kesehatan  dengan memulainya dari hal-hal kecil, seperti menggunakan antiseptik Wori yang bahannya tidak merugikan lingkungan.

Pemanfaatkan Kunyit Untuk Menghilangan Bau Feses Ternak

Menurut Diyan Fitriyani, Muhammad Fadel, dkk mahasiswa KKN Desa Kemawi, Kecamatan Sumowono – Semarang, kunyit atau curcuma domestica selain dapat digunakan sebagai makanan tambahan untuk ternak guna memperbaiki metabolisme dan antikembung bagi sapi, air kunyit ternyata mampu membunuh kuman-kuman dan menetralisir bau kotoran pada kandang ternak, seperti kandang ayam atau kandang sapi.

“Cara membuatnya cukup mudah, kunyit ditumbuk halus kemudian di rendam dengan air, lalu disaring, saringan pertama bisa digunakan sebagai campuran pakan atau minum untuk hewan ternak, saringan kedua yang tidak pekat dimanfaatkan untuk penghilang bau feses, masukkan di dalam botol penyemprot dan siap digunakan” ujar Diyan.


Statistik

 
NEWS