ODM Undip : Semangat Persatuan dan Toleransi Menuju Indonesia Unggul

ODM Undip : Semangat Persatuan dan Toleransi Menuju Indonesia Unggul

Category : Beranda , Berita , Events

Menyambut mahasiswa baru, Universitas Diponegoro menggelar Orientasi Diponegoro Muda (ODM) 2019 yang diinisiasi oleh bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) BEM UNDI.  Bidang ini memiliki fokus kegiatan pada pembentukan karakter mahasiswa melalui sistem kaderisasi yang sistematis dan berkelanjutan untuk menjadikan mahasiswa Universitas Diponegoro menjadi sosok yang COMPLETE (Communicative, Professional, Leader, Entrepreneur, Thinker, Educator). Acara digelar di Lapangan Stadion kampus Undip Tembalang pada hari Minggu (18/8).

Adapun tujuan dari kegiatan ini antara lain: memberikan pemahaman pentingnya toleransi dan persatuan dalam hidup bermasyarakat, menanamkan kecintaan pada tanah air, kebanggaan pada almameter Undip, memahami nilai-nilai Pancasila dan nilai luhur Pangeran Diponegoro, serta membentuk karakter yang kuat dan berkualitas untuk menjadi lulusan yang unggul.

Universitas Diponegoro adalah Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) berkelas internasional (World Class University). Selama ini Undip banyak meraih prestasi baik nasional maupun internasional. Antara lain: untuk perangkingan QS, Undip berada di posisi 8 di Indonesia, 240 Asia dan 801+ dunia. Sementara untuk greenmetric, Undip meraih peringkat 3 nasional dan rangking 78 dunia. Untuk perguruan tinggi di Indonesia non-vokasi, Undip berada di peringkat ke-6. Begitu pula untuk prestasi mahasiswa, Undip menduduki peringkat ke-3 untuk Pimnas ke-31 di Yogyakarta tahun 2018 kemarin. Prestasi yang telah diraih tersebut merupakan kebangaan mahasiswa Undip.
Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan, Budi Setiyono,S.Sos.,M.Pol., Admin.,Ph.D. menyampaikan bahwa untuk menjadi universitas berkelas dunia, Universitas Diponegoro telah membuka beberapa kelas internasional, yakni di Fakultas Hukum, Teknik, Ekonomika dan Bisnis, Ilmu Budaya, FISIP, FSM dan akan segera menyusul Fakultas lainnya. “Disamping itu, beberapa Fakultas membuka summer course bagi mahasiswa asing yang mempunyai minat besar belajar di Undip”, tutur beliau. Selain juga dilakukan kerjasama dengan banyak universitas di luar dengan program pertukaran mahasiswa, penelitian dan pengembangan. Sebagai upaya untuk mencetak lulusan yang unggul dan memiliki daya saing.

ODM menampilkan mozaik berupa gambar logo Universitas Diponegoro, Punakawan, tempat ibadah, Jokowi dan Prabowo yang berpelukan dengan bendera merah putih, tugu muda dan HUT RI ke-74.

Secara garis besar mozaik dilakukan dalam formasi oleh 12.000  mahasiswa baru yang mengandung pesan bahwa Undip telah menjadi universitas berkelas dunia dibentuk dari mahasiswa yang memiliki kebanggaan pada almameter, menghargai nilai-nilai luhur (local wisdom), menghormati dan menghargai keberagaman, menjaga persatuan bangsa, serta cita-cita yang tinggi menuju Indonesia unggul.
Acara akan dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia Ibu Puan Maharani, Walikota Semarang dan beberapa tokoh lainnya.

Menko PMK Puan Maharani mengemukakan bahwa dalam rangkaian upacara 17 agustus di istana negara peserta upacara memakai pakaian adat, hal ini merupakan cara untuk memperlihatkan toleransi sebagai rakyat Indonesia harus dikedepankan
17ribu pulau 1100 bahasa 714 suku yang ada di Indonesia dan kita bisa bersatu di lapangan ini karena kita bangsa Indonesia.

“Bhinneka tunggal ika harus kita jaga, keberagaman harus ada di lubuk hati kita, pancasila harus kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari”.

Rektor Undip Prof. Yos Johan Utama mengatakan bahwa dimasa-masa sekarang kita bisa bersyukur karena bisa hidup tenang bersekolah dengan tenang, yang tidak mampu bisa bersekolah disini karena kita hidup di negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

“Saya minta agar waspada, hati-hati,pandai-pandai dalam berkegiatan jangan sampai terpapar radikalisme. mereka halus laksana sutera,manis laksana gula tapi semua bertentangan dengan pancasila. Oleh karena itu selama masih ada Diponegoro didalam dada maka berperansertalah dalam menjaga NKRI” Ujar rektor.


Statistik