KKN Undip Kabupaten Semarang, Pamerkan Produk Perangkap Lalat dengan Metode Tegangan Listrik

KKN Undip Kabupaten Semarang, Pamerkan Produk Perangkap Lalat dengan Metode Tegangan Listrik

Wakil Rektor II Universitas Diponegoro, Prof. Dr.rer.nat. Heru Susanto, S.T., M.M., M.T. menyampaikan bahwa dengan KKN ini, mahasiswa dapat belajar dari interaksi dengan masyarakat secara langsung dan membantu masyarakat melalui program-program kerjanya. Hal tersebut disampaikan pada acara Expo KKN  Tim I , Kecamatan Getasan- Kabupaten Semarang (5/2).

Bupati Kabupaten Semarang, Dr. H. Mundjirin ES, Sp.OG dalam sambutannya menyampaikan Expo KKN ini memberikan kesempatan kepada para pelaku usaha, khususnya UMKM untuk dapat memperkenalkan produknya kepada masyarakat luas dan membantu masyarakat dalam mengembangkan potensi daerah sehingga para UMKM dapat saling bertukar kebutuhan serta menjalin kerjasama bisnis dalam rangka meningkatkan daya jual produknya.

 Produk Penangkap Lalat

Adam Indra P., Naufal Rheza, Uswatun Hasyanah. dkk, (mahasiswa KKN Desa Kebondalem Kecamatan Jambu) mengenalkan pada masyarakat alat perangkap lalat dengan metode tegangan listrik. Ide munculnya membuat alat ini awalnya karena di desa Kebondalem banyak peternakan ayam, sehingga tidak bisa terhindar dari lalat-lalat dan lalat merupakan gangguan bagi manusia sebagai vector potensial penyakit yang banyak ditemukan disekitar area aktivitas manusia seperti  rumah pemotongan hewan, restoran dan peternakan.

Menurut Adam, membuat alat ini cukup mudah, alat yang dibutuhkan diantaranya adalah steker, kabel listrik, travo, Kit PCB bekas dan kawat kasa. “Untuk membuat rancangan dapat dibuat secara kasar di kertas maupun didesain dengan rapih, kemudian semua komponen-komponen dipasang sesuai dengan rancangan setelah itu baru dilakukan pengujian dengan mencolokkan steker pada stop kontak lalu coba konsletkan kedua kawat kasa yang telah dialiri arus listrik plus dan minus dengan menggunakan barang yang berbahan besi, apabila telah mengeluarkan sengatan listrik berarti telah berhasil” ungkap Adam.

 


Statistik