Jelang Berakhirnya Masa Pengabdian, Tim KKN Kecamatan Mijen Gelar Program Unggulan Desa

Jelang Berakhirnya Masa Pengabdian, Tim KKN Kecamatan Mijen Gelar Program Unggulan Desa

Menjelang berakhirnya masa pengabdian masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa peserta KKN menggelar pameran program-program KKN yang mereka laksanakan di desa-desa di mana mereka ditempatkan. Demikian halnya Tim I KKN Universitas Diponegoro yang ditempatkan di 15 Desa di kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah pada Sabtu, 8 Februari 2020 menggelar “Expo Mijen – Grow Up with Culture”. Kegiatan ekspo ini berlangsung di pelataran Balai Desa Bakung. Beberapa program unggulan desa diantaranya kegiatan Literasi Digital dan program pembelajaran interaktif Edulova.

 

Program Literasi Digital

Setiap tim yang ditempatkan di posko KKN di tiap-tiap desa, memiliki tugas dan tanggung jawab menyusun program dan melaksanakannya selama masa KKN yaitu selama 45 hari sejak mereka diterjunkan. Seperti tim KKN di Desa Pasir, mengusung program literasi digital. Sasaran dari program ini adalah anak muda atau remaja Desa setempat yang duduk di kelas 9. Tim KKN merasa prihatin dengan kondisi minat baca dan rasa ingin tahu yang rendah dari remaja setempat. Padahal teknologi internet sudah merambah ke desa mereka, namun belum dimanfaatkan dengan baik, khususnya sebagai salah satu sumber belajar.

Selain memberikan pengetahuan bagaimana menggunakan internet untuk belajar, anak-anak remaja setempat juga diajari menggunakan media sosial dengan baik termasuk mengenali informasi hoax dan menghindari cyber bullying di kalangan remaja.

 

Konsep Pembelajaran Interaktif Edulova

Tim KKN Desa Geneng, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak mengusung konsep pembelajaran yang interaktif bernama Edulova, singkatan dari Edukasi dan Love (Cinta). Program Edulova ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Desa Geneng dari tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas. Konsep pembelajaran Edulova ini bertujuan untuk mengubah mindset (pola pikir) pemuda setempat agar tidak merantau. Selama ini mayoritas pemuda desa Geneng setelah lulus Sekolah Menengah Pertama atau Sekolah Menengah Atas, memilih untuk merantau ke Kalimantan. Berangkat dari latar belakang inilah, tim KKN Desa Geneng menyusun program Edulova, konsep pembelajaran interaktif mengenai cinta diri sendiri, lingkungan, budaya tanah air dan cinta sesama. Program Edulova dirancang untuk mendukung perwujudan visi misi Desa Geneng. Dampak positif dari konsep pembelajaran interaktif ini, dapat dirasakan di masa mendatang.

Pada kesempatan kunjungan ekspo KKN, Direktur Direktorat Pengembangan Pembelajaran dan Kerjasama Akademik (DP2KA) Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Sutejo Kuwat Widodo, M.Si didampingi Camat Mijen, Ungguh Prakoso, S.STP., M.Si meninjau stand-stand pameran untuk melihat lebih dekat program-program Tim 1 KKN Undip.

“Mudah-mudahan apa yang dilakukan tim KKN 1 Undip di kecamatan Mijen ini, dapat membawa manfaat yang besar bagi masyarakat kecamatan Mijen saat ini maupun di masa mendatang, khususnya bagi penduduk desa di wilayah penempatan KKN”, jelas Prof. Sutejo saat menyampaikan sambutan di acara pembukaan “Expo Mijen”.

Program-program kerja yang disusun tim KKN di tiap-tiap desa ini sudah melalui proses observasi lapangan dan diskusi dengan perangkat desa setempat. Dengan demikian program-program yang dilaksanakan tepat sasaran dan tepat guna (Ninok Hariyani).

 


Statistik