Bahas RUU Pengupahan, DPD RI Minta Masukan Undip

Bahas RUU Pengupahan, DPD RI Minta Masukan Undip

Category : Beranda , Berita

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI meminta masukan dari pakar-pakar Universitas Diponegoro mengenai pembahasan RUU Pengupahan, Kamis (6/4) di Ruang Sidang Rektor Undip Tembalang.

Kepala Biro Persidangan I DPD RI Sefti Ramsiaty mengatakan bahwa DPD RI berharap adanya masukan dari kalangan akademisi terkait RUU sistem pengupahan, khususnya hak-hak apa saja yg diatur dalam RUU tersebut, bagaimana kesesuaian UU no 13 tentang ketenagakerjaan dengan PP yg sudah diterbitkan. Disamping itu DPD juga ingin memperoleh masukan dari kalangan akademisi dan admisi khususnya dukungan dalam RUU krn dirasa masih ada kekurangan.

“Penyusunan pengukuhan RUU tersebut sebagai wujud dilaksanakanya sebagai tindak lanjut aspirasi anggota komite III DPD RI. Pro dan kontra pun muncul terkait penyusunan RUU tersebut, pihak yg kontra menganggap rendahnya produktifitas pekerja masih rendah di Indonesia, dibawah produksivitas negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Vietnam. DPD RI mengucapkan terima kasih dan apresisasi kepada Undip khususnya rektor yg telah bersedia membantu memfasilitasi FGD,” ujarnya.

Rektor Universitas Diponegoro Prof. Yos Johan Utama mengatakan bahwa Indonesia ditawarkan kepada investor karena tenaga murah.  Tentu kurang baik. Orang tertarik dengan investasi karena murahnya pengupahan maka kita akan bertarung dengan orang yang akan mau dibayar lebih murah lagi.

“Memang di negara Indonesia untuk sistem pengupahan dirasa selalu adanya kekurangan dan perlu dikaji dalam penetapan sistem pembayaran UMR agar dapat merata kesejahteraan pekerja.

Kalau kita masih menggunakan cara-cara yang mainstream maka pengupahan sampai kapanpun polemik tersebut tidak akan selesai.  Kita harus berani keluar dari sistem yang mainstream tersebut.”

“Negara harus hadir dalam masalah pengupahan dan kesejahteraan buruh. Undip siap membantu dan bersifat netral merancang sistem UU tentang kegiatan ini agar dapat lebih memanusiakan manusia serta dapat menghargai kinerja SDM di Indonesia,” ujarnya. (Rintu Kaloka-Oktora/HUMAS)


Statistik

NEWS
HASIL KLASTERISASI PERGURUAN TINGGI INDONESIA TAHUN 2017, UNDIP RANGKING 6