UNDIP Gelar Seminar Bersama Loughborough University Inggris

UNDIP Gelar Seminar Bersama Loughborough University Inggris

Category : Beranda , Berita , Events

Fakultas Teknik Universitas Diponegoro menggelar acara seminar bersama Loughborough University, UK di gedung dekanat FT Undip, Rabu (12/4). Seminar yang bertemakan “Disaster Management In Urban Area” dihadiri oleh Dekan FT Ir. Mochamad Agung Wibowo, M.M., M.Sc., Ph.D, Wakil Dekan IV Jati Utomo Dwi Hatmoko, S.T., M.M., M.Sc., PhD, dan beberapa pembicara dari Kementerian PUPR, Loughborough University Inggris, serta sejumlah mahasiswa FT Undip.

Dekan FT Ir. Mochamad Agung Wibowo, M.M., M.Sc., Ph.D dalam sambutannya merasa senang atas terselenggaranya seminar tersebut. Agung Wibowo juga mengatakan bahwa perlunya manajemen bencana di daerah perkotaan dalam upaya preventif.

Sementara itu, Nuraini Rahma Hanifa, Ph.D memaparkan tentang ketahanan terhadap bencana gempa di Indonesia. Selama 10 tahun terakhir ini, warga yang bermukim di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia mengalami kejadian yang terkait dengan bencana, baik yang disebabkan oleh manusia atau oleh alam. Sebagai contoh, pada tahun 2008, gempa dengan skala 7,9 skala ritcher terjadi di Sichuan, China. Gempa tersebut menewaskan sekitar 87.000 orang dan menyebabkan kerugian sebesar USD 85 miliar dari kerusakan yang timbul. Padatahun 2010, banjir yang terjadi di Sungai Indus, India menyebabkan kematian sebanyak 2000 jiwa dan kerugian yang mencapai USD 10 miliar. Dibutuhkan suatu pengelolaan bencana yang meliputi upaya pencegahan hingga pengurangan dampak yang timbul akibat kejadian tersebut. Oleh karena itu, berbagai organisasi dunia sudah mulai menciptakan suatu sistem pengelolaan risiko berbasis bencana yang sering disebut disaster risk management (DRM).

seminar-disaster-ft-

Perwakilan dari Loughborough University Inggris Dr. Lee Bosher memaparkan tentang peran masyarakat dan alam dalam manajemen risiko banjir perkotaan

Menurutnya, dewasa ini masalah yang sering muncul di wilayah perkotaan sangat lekat dengan Kemacetan, Kepadatan penduduk, dan Banjir. Akan tetapi terdapat satu permasalahan yang paling krusial yang harus di hadapi oleh kota yakni banjir, mengingat dampak yang akan ditimbulkan akan sangat merugikan bagi lingkungan hidup penduduk di perkotaan. Dengan semakin meningkatnya laju demografi penduduk daengan hadirnya urbanisasi dan perubahan iklim yang tak menentu akibat global warming menyebabkan banjir semakin meningkat di daerah-daerah perkotaan di Indonesia. Namun demikian hadirnya banjir juga terkadang disebabkan oleh faktor lain seperti bencana alam dan faktor iklim yang selalu berubah-ubah. Tantangan yang meluas dan selalu bergeser, telah menunjukan bahwa masih banyak kebutuhan lain yang harus diperhatikan oleh pembuat kebijakan untuk lebih memahami dan secara efektif mengelola resiko saat ini dan mendatang. “Pemerintah dalam hal ini tidak hanya dihadapkan bagaimana menjalankan pemerintahan ketika normal saja, melainkan perlu memikirkan ketika menjalakan pemerintahan dalam kondisi abnormal yang menuntut pemerintah untuk meminimalisir resiko-resiko yang hendak terjadi pada hari ini maupun masa depan kelak,” tandas Dr. Lee. (Oktora Adi-HUMAS)


Statistik

NEWS
HASIL KLASTERISASI PERGURUAN TINGGI INDONESIA TAHUN 2017, UNDIP RANGKING 6