Prodi Doktor Ilmu Peternakan Undip Luluskan 40 Doktor

Prodi Doktor Ilmu Peternakan Undip Luluskan 40 Doktor

Category : Beranda , Berita

Tri-Yuwono-Doktor-Ilmu-Peternakan-FPP-UndipSampai saat ini Program Studi Doktor Ilmu Peternakan telah meloloskan 40 Doktor, dan  Tri Yuwono, S.Pt., M.Si. sebagai lulusan yang ke 40 dari prodi Doktor Ilmu Peternakan Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip hal itu disampaikan oleh Dekan Fakultas Peternakan dan Pertanian Prof. Dr. Ir. Mukh Arifin, M.Sc. disela memimpin Ujian Promosi Doktor, Rabu,(24/5) di gedung Pascasarjana Undip Pleburan.

Ujian Promosi Doktor atas nama Tri Yuwono dipimpin oleh Dekan Fakultas Peternakan dan Pertanian (Prof. Dr. Ir. Mukh Arifin, M.Sc.) dan Sekretaris Sidang (Prof. Dr. Ir. Joelal Achmadi, M.Sc. ), Promotor Prof.  Dr.  Ir.  Edy Kurnianto, M.S., M.Agr), Ko-Promotor (Prof.  Dr.  Ir.  Irene Sumeidiana, M.S. dan Dr. Ir. Yon Soepri Ondho, MS.), dengan penguji (Prof. Dr. Ir. Mukh Arifin, M.Sc., Dr. drh. Enny Tantini Setiatin, M.Sc., Dr. Ir. Sutopo, M.Sc.) dan Penguji Eksternal Dr. drh. Rini Widayanti, M.P.

Prof. Arifin berharap dengan adanya bertambahnya jumlah doktor yang dihasilkan dari Program Studi Doktor Ilmu Peternakan dapat memberikan kontribusinya kepada masyarakat khususnya di bidang peternakan,” ujarnya.

“karena para peternak kita masih sangat membutuhkan kontribusi dan sentuhan IPTEK dari para akademisi untuk dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh para peternak sapi.

Tri Yuwono, S.Pt. M.Si., bekerja pada PT Cipta Mandiri Bangsa berhasil mempertahankan disertasinya dengan judul “Keragaman Morfometri, Protein Darah dan Hormon Reproduksi pada Sapi Potong yang Beranak Kembar”.

Tri Yuwono dalam paparan disertasinya mengatakan bahwa tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman ukuran morfometri,  spesifikasi protein darah serta  profil hormon  FSH dan LH pada induk sapi PO dan keturunan Simmental beranak kembar dan beranak tunggal. Manfaat penelitian ini untuk mengetahui penciri induk sapi yang mempunyai kemampuan beranak kembar yang bisa dimanfaatkan untuk menyeleksi sapi betina muda sebagai sumber breeding stock untuk program beranak kembar,” ungkapnya.

“Penciri yang bersifat menurun secara  genetik digunakan untuk mempertahankan keturunan betina sebagai induk pengganti dalam program beranak kembar.  Materi penelitian adalah induk sapi potong Peranakan Ongole dan keturunan Simmental yang beranak kembar dan beranak tunggal yang dipelihara oleh petani  peternak yang tersebar di desa – desa di kecamatan Wirosari, Gabus dan Tawangharjo Kabupaten Grobogan, Kecamatan Boja, Limbangan, Patean dan Sukorejo Kabupaten Kendal dan Kecamatan Mijen Kota Semarang.

Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan bobot badan dan lingkar perut induk sapi potong yang beranak kembar dibandingkan induk sapi yang beranak tunggal. ada perbedaan alel-alel penyusun protein spesifik pada induk sapi potong yang beranak  kembar dibandingkan induk sapi yang beranak tunggal, sedangkan konsentrasi hormon FSH dan LH saat berahi pada kedua tipe induk sapi tidak menunjukkan perbedaan.


Statistik

NEWS
HASIL KLASTERISASI PERGURUAN TINGGI INDONESIA TAHUN 2017, UNDIP RANGKING 6