Lestarikan Pari Mobula, Alumni UNDIP Sabet Future Conservationist Award 2017

Lestarikan Pari Mobula, Alumni UNDIP Sabet Future Conservationist Award 2017

Category : Beranda , Berita , Prestasi

Amelia Setya Nur Kumala, lulusan Biologi UNDIP 2016, berhasil memperoleh penghargaan dan dana hibah proyek konservasi bertajuk Future Conservationist Award dari lembaga Conservation Leadership Programme (CLP), United Kingdom. Penghargaan yang diumumkan pada bulan April lalu ini diberikan dalam rangka mendukung proyek inovatifnya untuk mengurangi bycatch pari mobula dalam perikanan skala kecil di Indonesia.

Menerima penghargaan sebagai sebuah tim, Amelia berkolaborasi dengan rekan MantaWatch dan alumni ilmu kelautan Universitas Padjajaran (UNPAD) yaitu Vidlia P. Rosady (2016) dan Retno K. Ningrum (2016), dan bekerja dibawah bimbingan Andrew Harvey (MantaWatch CEO) dan Niomi Pridina (MantaWatch Education Coordinator). Dengan latar belakang pendidikan biologi dan ilmu kelautan, tim ini membentuk suatu proyek penelitian penerapan alat tangkap (jaring) ramah lingkungan sebagai upaya mengurangi bycatch pari mobula dalam perikanan skala kecil di Indonesia. Proyek tersebut  akan dimulai pada bulan Juli 2017 di Taman Nasional Alas Purwo dan Ujung Kulon dimana perairannya merupakan habitat penting bagi pari mobula, terutama untuk mencari makan dan perkembangbiakan. Kedua wilayah tersebut juga mendukung perikanan skala kecil yang meluas yang tercatat memiliki insiden bycatch pari mobula yang tinggi.

Pari mobula adalah spesies bermigrasi yang rentan terhadap kepunahan akibat tingkat reproduksi yang rendah dan kematangan reproduksi yang lamban. Genus ini menjadi perhatian konservasi internasional dan baru-baru ini diusulkan kedalam Appendix II Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Langka (CITES) pada bulan Oktober 2016. Global Sharks and Rays Initiative, sebuah koalisi dan inisiatif LSM konservasi dan lembaga penelitian internasional di bidang hiu dan pari, melaporkan bahwa Indonesia adalah negara dengan keragaman hiu dan pari terbesar di dunia, tapi juga memiliki ancaman terbesar. Perikanan merupakan ancaman utama dimana Food and Agriculture Organization (FAO) melaporkan bahwa 82% pendaratan Mobulidae (famili ikan pari) secara global terjadi di Indonesia.

Upaya konservasi pari mobula di Indonesia telah dilaksanakan di bidang perikanan tangkap (targeted) dan perdagangan satwa liar, tapi sebagian besar pari mobula yang tertangkap ialah akibat ketidaksengajaan (bycatch) dan hal ini merupakan masalah utama yang belum ditemukan solusinya. Proyek yang Amelia lakukan bersama timnya akan menyelidiki kelayakan teknologi, sosial, dan ekonomi dari penggunaan alat tangkap inovasinya untuk mengurangi bycatch dalam perikanan jaring hanyut (drifting gillnet) skala kecil di Indonesia.

“Proyek ini akan mengidentifikasi cara-cara untuk mengurangi bycatch yang tidak diinginkan dalam perikanan skala kecil. Hal ini sejalan dengan misi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menyelamatkan populasi ikan hiu dan pari di Indonesia. Kami juga berharap hal ini menguntungkan bagi para nelayan, termasuk dalam membantu mereka memenuhi persyaratan pasar perikanan berkelanjutan (sustainable seafood market)”, ujar Vidlia selaku ketua tim tersebut.

CLP mendukung konservasi sumberdaya hayati prioritas tinggi dengan membangun jiwa kepemimpinan koservasionis muda yang berusaha mengatasi ancaman utama di lingkungannya yang masih memiliki sumberdaya dan kapasitas yang terbatas. Untuk mencapai hal ini, CLP mengidentifikasi dan melibatkan para konservasionis muda yang luar biasa, berinvestasi dalam pengembangan profesional mereka melalui hibah, pelatihan dan pendampingan, dan membantu mereka dalam melipatgandakan dampak baiknya di seluruh sektor konservasi. CLP telah mendanai lebih dari 700 proyek konservasi di seluruh dunia, dan tahun ini CLP memberikan 17 penghargaan Future Conservationist Award yang tersebar di sembilan negara, salah satunya Indonesia.

Ketiga anggota tim dari Indonesia ini juga merupakan alumni dari MantaWatch Internship Program. MantaWatch adalah organisasi konservasi dari Inggris yang menginspirasi dan memberdayakan masyarakat untuk melestarikan ekosistem laut lokal mereka. MantaWatch berupaya mencapai visinya untuk ekosistem laut yang lestari yang mendukung populasi pari manta dan keanekaragaman hayati laut lainnya, serta mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir.


Statistik