Paparan Pestisida Dapat Menyebabkan Anak Menjadi Pendek (STUNTING)

Paparan Pestisida Dapat Menyebabkan Anak Menjadi Pendek (STUNTING)

Category : Beranda , Berita

Anak yang pendek atau stunting selama ini hanya dikaitkan dengan tidak adekuatnya intake gizi, faktor kesakitan dan keturunan. Namun melalui penelitian desertasi yang dilakukan oleh dr. Apoina Kartini, M.Kes. ternyata bahwa faktor lingkungan turut memberi kontribusi terjadinya stunting. Dari penelitian yang dilakukannya Promovenda membuktikan bahwa riwayat paparan pestisida yang tinggi dan kadar hormon pertumbuhan Insulin-like growth factor-1 (IGF-1) menjadi faktor risiko kejadian stunting pada anak sekolah dasar di daerah pertanian di Kabupaten Brebes.

Promovenda tertarik meneliti tentang dampak paparan pestisida terhadap kesehatan anak di Kabupaten Brebes, karena dari hasil Riskesdas 2013 pervalensi stunting (pendek) pada anak sekolah (5-12 tahun) di kabupaten ini merupakan yang tertinggi di Jawa Tengah, mencapai 40,7 %. Kabupaten Brebes merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang mengandalkan budidayanya petani melakukan penyemprotan pestisida 2-3 kali per minggu bahkan setiap hari pada musim hujan, sebagai akibatnya residu pestisida masih ada dalam tanaman, dan sebagian mencemari tanah dan air tanah. Sejumlah penelitian yang sebelumnya dilakukan di daerah ini menunjukkan paparan pestisida golongan organofosfat merupakan faktor risiko hipotiroidisme pada WUS di daerah pertanian dan proporsi stunting cenderung lebih besar pada kelompok dengan metabolit pestisida dalam urin positif dibanding pada kelompok dengan metabolit pestisida dalam urin negatif.

Paparan pestisida pada anak di daerah pertanian dapat dapat terjadi secara langsung, melalui keterlibatan mereka pada kegiatan pertanian, atau secara tidak langsung melalui kontak dengan lingkungan, baik air, tanah atau makanan yang terkontaminasi oleh residu pestisida. Banyak siswa ikut terlibat dalam kegiatan pertanian misalnya mencari hama, membantu saat panen dan melepas bawang dari tangkainya. Paparan pestisida golongan organofosfat dan organoklorin berdasarkan penelitian di banyak negara terbukti dapat mengganggu fungsi hormon pertumbuhan IGF-1.

Promovenda berhasil mempertahankan desertasi dengan judul Riwayat Paparan Pestisida sebagai Faktor Risiko Keajdian Stunting pada anak Sekolah Dasar di Daerah Pertanian, di bawah bimbingan promotor Prof. Dr. dr. Hertanto Wahyu Subagio, MS. Sp.GK (K) dengan ko promotor Prof. Dr. dr. Soeharyo Hadisaputro, Sp.PD, (KPTI) dan dr. Martha Irene Kartasurya, M.Sc. Ph.D.

Istri dari Dr.dr. Suhartono, M.Kes. dan ibu dari dua anak, Rahmadani Nur Permanawati, SE dan Muhammad Nursandy Sugary merupakan dosen PNS di bagian Gizi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro sejak tahun 1991. Selain menjadi dosen, Apoina pernah menjadi Ketua Bagian di Bagian Gizi Kesehatan Masyarakat dan peneliti handal dibidang gizi kesehatan masyarakat.

Menurut Dr. dr. Dwi Pujonarko, Sp.SK (K) yang menjadi moderator ujian terbuka menyampaikan bahwa Dr. dr. Apoina Kartini, MKes merupakan doktor yang ke-99 yang diluluskan oleh Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran dan Kesehatan (DIKK) di Program Pascasarja Universitas Diponegoro, dan menjadi doktor yang ke-983 di Universitas Diponegoro.

Hasil penelitian ini menjadi masukan penting bagi kementerian dalam rangka mengembangkan intervensi sensitif untuk menanggulangi masalah stunting pada balita melalui perbaikan kesehatan lingkungan, terutama dalam memberi proteksi yang memadai dari bahaya cemaran pestisida bagi masyarakat, khususnya pada kelompok rawan ibu hamil dan anak. (Kontributor: Suyatno/FKM)


Statistik

NEWS
HASIL KLASTERISASI PERGURUAN TINGGI INDONESIA TAHUN 2017, UNDIP RANGKING 6