Muhaimin Iskandar Ngajar di Undip

Muhaimin Iskandar Ngajar di Undip

Category : Beranda , Berita , Events , Info Kampus

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar memberikan kuliah umum  dengan tema “Membumikan Pancasila dan Islam rahmatan lil Alamin dalam sistem dan lanskap politik nasional dan daerah” rabu (30/8) di Kampus Fisip Undip Tembalang. Kuliah umum ini dihadiri oleh Menristekdikti M. Nasir, Mendes PDTT Eko Sandjojo,Menaker Hanif Dhakiri dan Menpora Imam Nahrowi.

Muhaimin Iskandar menerangkan bahwa pembumian Islam rahmatan lil alamin dalam lanskap politik nasional dan daerah memiliki relevansi yang kuat terhadap implementasi Pancasila di tengah persoalan kebangsaan yang berkembang.

“Secara teoritik inilah bentuk relasi antara Islam dan politik yang tidak dapat dipisahkan bagi tujuan terwujudnya keadilan dan kemakmuran rakyat secara umum,” tandasnya.

Dekan FISIP Undip Sunarto mengatakan bahwa ini merupakan upaya Undip untuk mengapresiasi tokoh nasional seperti Muhaimin karena masih muda namun sudah mampu menjadi ketua umum partai.

“Arah republik ini ditentukan oleh 10 orang, yakni para ketua partai politik, salah satunya adalah Muhaimin Iskandar. Kiprahnya selama berpolitik dapat dijadikan panutan karena melakukan demokrasi teologis, tesisnya adalah agama dan negara tidak bisa dipisahkan. Muhaimin sangat menghargai pluralisme, islam ditunjukkan islam yg beringas namun konsep islam nusantara.  Kuliah umum ini diharapkan supaya generasi muda tahu pemikirannya dan tidak terkotak kotak dengan pikiran sempit dan untuk memberi pandangan dan keyakinan bahwa Pancasila sangat relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.

Rektor Undip Prof. Yos Johan Utama mengemukakan bahwa Undip dari dulu sudah menjadi  benteng Pancasila .

“Mars Undip dibuat tahun 70 sudah mengandung kata berteladan Pancasila. Ketika banyak Universitas menghilangkan mata kuliah Pancasila, Undip malah jadikan Pancasila sebagai mata kuliah wajib. Muhaimin menyampaikan gagasan dan konstruksi baru, bahwa agama dan negara bergelindang, bersinergi. Bukti adanya demokrasi teologis adalah hal baru yang bisa diterapkan di  seluruh Indonesia. Islam hadir dlm negara Indonesia sebagai rahmatan lilalamin sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta,” ujarnya. (Rintu Kaloka/HUMAS)


Statistik