Undip Dapat Anugerah 2 Guru Besar Sekaligus

Undip Dapat Anugerah 2 Guru Besar Sekaligus

Category : Beranda , Berita

Universitas Diponegoro (UNDIP) mengukuhkan Dr Eko Soponyono, SH.MH dari Fakultas Hukum dan Ir. Muslim, M.Sc, Ph.D dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan sebagai guru besar sekaligus pada hari Sabtu (9/9) kemarin. Pengukuhan dilakukan di gedung Pasca Sarjana lantai 6, kampus Pleburan. Dalam pidato pengukuhannya, Dr.Eko Soponyono SH.MH menyampaikan orasi ilmiahnya dengan judul Hikmah AlQuran dalam Pembeharuan Hukum Pidana Demi Mewujudkan Keadilan Relegius. Sedangkan Ir.Muslim, menyampaikan pidato pengukuhan dengan judul Radio Nuklida laut (Nuklir di Laut); Sumber, Distribusi dan Dampaknya Bagi Kehidupan.

Menurut Eko, dasar pemikiran disertasinya dikembangkan dari dari Sila pertama Pancasila, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa. Hikmah dalam Alquran mencakup 3 hal terkait dengan rancangan pembaharuan hukum pidana, yaitu akhlak Mulia, Pemaafan dan Keadilan Relegius. “Insyaalloh dengan melakukan pembaharuan yang berdasarkan nilai-nilai Quran sebagaimana tersebut dalam Surat An Nahl dan Surat An Nissa;135, misalnya, Keadilan yng terwujud di Indonesia adalah keadilan yang didasarkan pada Nilai nilai relegius itu”pungkas ahli Pidana Undip ini.

Sementara itu Ir. Muslim memamparkan bahwa setelah perang dunia II beberapa negara banyak melakukan ujicoba senjata nuklirnya di laut yang menghasilkan limbah radioaktif buatan (anthropegenic). Unsur radionuklida yang ada di laut akan tersebar secara global khususnya yang bersifat konservatif (mudah larut) karena arus global. Indonesia meskipun tidak mempunyai senjata nuklir dan PLTN, perairan lautnya tidak lepas dari limbah tersebut, dengan terbukti terdeteksinya unsur 137Cs, Sedimen dan organisme laut di beberapa pantai di Indonesia. “Namun demikian laut Indonesia masih aman, karena aktivitas 137Cs di laut Indonesia masih relatif rendah”pungkasnya dosen FPIK Undip yang juga lulusan dari Aquaculture Engineering, Pukyong National, Korea Selatan.

Rektor Universitas Diponegoro, Prof.Dr.Yos Johan Utama, SH.MHum saat bertemu para awak media mengaku sangat gembira dan bersyukur atas anugerah tambahan guru besar buat Undip karena pada saat sekarang ini syarat-syarat untuk menjadi seorang guru besar sangatlah sulit. Dalam sambutannya Rektor memaparkan bahwa pada saat ini Undip sedang dilakukan program percepatan guru besarnya dengan berbagai program diantaranya pendampingan penulisan riset dan publikasi internasional serta bantuan dalam pendanaan risetnya. “Pada tahun ini Undip menyediakan dana riset sekitar 44 miliar untuk menggenjot jumlah publikasi internasionalnya dan untuk tahun depan akan ditingkatkan menjadi 60 miliar hal ini dilakukan agar Undip mempunyai kemandirian ilmu yang semakin kuat yang pada muaranya dapat menghasilkan para lulusan Undip yang professional dan berkompeten di bidang keilmuannya masing-masing” terang Rektor yang juga Guru besar PTUN Undip.

Sementara itu Ketua Senat Akademik Undip, Prof.Sunarso menjelaskan bahwa Undip mengenal 3 kriteria Guru Besar, yaitu Guru besar Tetap, Guru Besar Tidak tetap dan Guru Besar NIDK (Nomor Induk Dosen Khusus). Pada tahun ini Undip sudah mencetak 5 Guru Besar, dan sebentar lagi akan ada 14 guru besar baru di Undip. Undip sangat berkomitmen untuk mendorong percepatan guru besar dalam rangka menjaga mutu kualitas pendidikan dan reputasi Undip sebagai perguruan tinggi riset di Indonesia. Saat Ini Fakultas Hukum memiliki 15 Guru Besar aktip, dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan memiliki 13 Guru Besar aktif. “Prof.Eko Soponyono adalah Guru besar NIDK pertama yang dimiliki Undip dan Prof Muslim adalah Guru Besar Tetap ke 14 di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip” terangnya. Dengan bertambahnya dua guru besar ini Undip Undip mempunyai jumlah guru besar aktif sebanyak 108 orang.


Statistik