Pembuatan Sumur Resapan dan Biopori untuk Mengurangi Demam Berdarah dan Kekurangan Air Bersih di Perumahan Tembalang Pesona Asri (TPA)

Pembuatan Sumur Resapan dan Biopori untuk Mengurangi Demam Berdarah dan Kekurangan Air Bersih di Perumahan Tembalang Pesona Asri (TPA)

Daerah Kecamatan Tembalang pada tahun 2016 dan beberapa tahun sebelumnya termasuk ke dalam salah satu daerah dengan tingkat penderita demam berdarah yang tinggi, bahkan pada tahun 2016 merupakan yang tertinggi di Kota Semarang (Suara Merdeka, 2016). Tingginya tingkat penderita demam berdarah ini salah satunya dipengaruhi oleh banyaknya genangan air yang menjadi sarang nyamuk di sekitar rumah warga akibat kurangnya tingkat peresapan air ke dalam tanah.

Ketika Musim Kemarau datang, bukan berarti masalah selesai dari Tembalang. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, kemarau panjang yang terjadi setiap tahunnya mengakibatkan bencana kekeringan di Kecamatan Tembalang (Suara Merdeka, 2015). Sumur-sumur di sekitar wilayah padat penduduk mengalami kekeringan dan ketidakstabilan ketersediaan air bersih. Kondisi tersebut bisa terjadi karena menjamurnya rumah kos dan tingginya penggunaan air bersih di wilayah tersebut (Di Kecamatan Tembalang terdapat beberapa perguruan tinggi seperti Universitas Diponegoro dan Politeknik Negeri Semarang). Kurangnya wilayah-wilayah resapan air karena kebun ataupun rawa yang ada telah dialih fungsikan untuk perumahan dan kos.

Mempertahankan daerah resapan air tanah merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan pasokan air tanah di suatu daerah. Dengan mengetahui daerah tangkapan air kita dapat menjaga kelestarian air tanah tersebut sehingga tidak kekurangan air ketika kemarau. Daerah tangkapan air adalah di mana air dari permukaan dapat masuk ke dalam tanah atau batuan berdasarkan kondisi geologi. Akan tetapi banyak daerah tangkapan air yang tidak bisa berfungsi karena telah rusak oleh pembangunan rumah dan wilayah. Ketika musim hujan mengakibatkan air yang turun tidak bisa tertangkap masuk ke dalam tanah, sehingga banyak menjadi air permukaan dan menjadi genangan ataupun banjir. Pada saat musim kemarau, tidak ada air yang tertangkap dan masuk ke tanah menjadi Cadangan Air Tanah (CAT) sehingga mengakibatkan bencana kekeringan di Tembalang.

Untuk mengatasi masalah tersebut di atas, Departemen Teknik Geologi FT Undip melaksanakan pengabdian masyarakat berupa pembuatan sumur resapan dan biopori di Perumahan Tembalang Pesona Asri, Tembalang. Pembuatan sumur yang diketuai oleh Najib, ST, M.Eng, Ph.D dan beranggotakan Tri Winarno, ST, M.Eng dan Anis Kurniasih, ST, MT ini merupakan bagian dari program Iptek bagi Masyarakat (IbM) yang didanai oleh KEMENRISTEKDIKTI pendanaan tahun 2017.

Sosialisasi pembuatan sumur resapan dan biopori ke masyarakat di rumah Ketua RT.06 Perumahan TPA

Kegiatan tersebut dilaksanakan sejak bulan Mei hingga bulan September 2017. Rangkaian kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan dan sosialisasi, Pemetaan lokasi sumur dan biopori, penentuan lokasi sumur dan biopori. Upaya peningkatan kesadaran para warga akan pentingnya pembuatan sumur resapan dan lubang biopori untuk mencegah terjadinya genangan air sarang nyamuk serta menambah cadangan air di musim kemarau dilakukan dalam bentuk sosialisasi dan pembagian modul pembuatan sumur resapan dan lubang biopori di lokasi IbM. Sebagai bentuk percontohan pembuatan sumur resapan, sebanyak 4 sumur resapan dan 40 lubang biopori di buat pada kawasan Perumahan Tembalang Pesona Asri (TPA), kecamatan Tembalang.

Proses pembuatan lubang biopori di Perumahan Tembalang Pesona Asri

Dengan adanya contoh pembangunan sumur resapan dan biopori ini diharapkan masyarakat khususnya di lokasi IbM dan umumnya di daerah Tembalang, mempunyai pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya sumur resapan dan biopori. Diharapkan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat tersebut, sumur resapan dan biopori akan banyak dibangun di sekitar Tembalang. Dengan banyaknya sumur resapan dan biopori, genangan air yang menjadi penyebab tingginya penderita demam berdarah dapat berkurang serta mampu mengatasi masalah kekeringan yang terjadi di daerah Tembalang.


Statistik