Polda Jateng Ajak Mahasiswa Undip Sadar Keselamatan Berlalu Lintas

Polda Jateng Ajak Mahasiswa Undip Sadar Keselamatan Berlalu Lintas

Category : Beranda , Berita , Events

Polda Jateng memberikan penyuluhan pentingnya keselamatan berlalu lintas. Pasalnya permasalahan lalu lintas juga menjadi tugas semua elemen masyarakat termasuk akademisi. 90% terjadinya kecelakaan lalu lintas diawali dengan terjadinya pelanggaran lalu lintas. Faktor penyebabnya antara lain manusia, jalan, kendaraan bermotor, alam, sosial kemasyarakatan.

Harus kita ketahui bahwa fakta bahwa kecelakaan lalu lintas menjadi pembunuh nomor tiga terbesar di dunia setelah jantung koroner dan TBC. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Lalu Lintas Jateng Kombes Dr. Bakharuddin MS, SH, S IK M.Si yang diadakan di Auditorium FPIK Undip Rabu 20/9. Kuliah umum ini dihadiri oleh Wakil Rektor I Prof. Dr. Ir. Muhammad Zainuri, DEA, Dekan, Wakil Dekan, Kasat Lantas se-Polda Jateng, dan mahasiswa Undip.

Prof Zainuri selaku Wakil Rektor I menyambut baik kuliah umum ini. Pasalnya ini merupakan serangkaian kuliah umum yang diadakan menyambut Dies Natalis Undip.

“Hal ini penting, mahasiswa saat ini dengan kecanggihan teknologi informasi yang benar kadang tidak terserap. Dan ini menimbulkan interpretasi yang kurang baik. Sehingga kehadiran Dir Lantas Polda Jateng ini merupakan kesempatan besar bagi mahasiswa. Harapannya mahasiswa juga sadar betul kuliah umum ini dengan ilmu yang didapat khusunya masalah lalu lintas” Imbuh Prof. Zainuri.

Dalam kuliah umumnya Kombes Bakharuddin berharap seluruh civitas akademika, mahasiswa turut serta dalam menamankan kesadaran tentang betapa pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas.

“Harapannya masyarakat diharapkan dapat membangun kesadaran, tanggung jawab dan disiplin untuk mau dan mampu menghormati, mewarta dan membangun untuk lingkungannya. Dapat menjadi pelopor untuk mengajak lingkungan warga,  menjadi local heroes, membangun sisitem komunikasi sosial dan sistem solusi sehingga bila terjadi konflik tidak dengan anarkisme melainkan dapat diselesaikan secara beradab. Masyarakat juga menjadi agent of change yang menjadi bagian dari karakter kebangsaan yang cerdas dan peduli akan tanah air,” ujar Kombes Bakharuddin. (March-Ed. Oktora/HUMAS)


Statistik