Undip, Pertamina dan Kemenkes Jalin Kemitraan

Undip, Pertamina dan Kemenkes Jalin Kemitraan

Category : Beranda , Berita , Kerjasama

Undip menandatangani nota kesepahaman dengan PT.Pertamina dan Kementerian Kesehatan RI. Kerja sama tripartit ini menunjukkan semangat kemitraan antara publik dan swasta dalam mendukung kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi, Nota kesepahaman ditandatangani oleh Rektor Undip Prof.Yos Johan Utama, Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi R Gunung Sardjono Hadi dan Direktur Jendral Kesehatan Masyarakat dr Agung Sugihantono M.Kes dilaksanakan pada Jumat, (22/9) di Kampus Undip Tembalang.

Undip dan PT Pertamina Hulu Energi sendiri sudah lama menjalin kerjasama diantaranya dalam research, survey lapangan maupun kuliah kerja praktek. Sedangkan Kemenkes sendiri menjalin kerja sama dengan Undip dalam rangka Pengembangan Pusat Sumber Daya Manusia Kesehatan (PPSDM) Khususnya program penyelamatan 1000 hari kehidupan.

Dalam pengantarnya Rektor Undip Prof. Yos Johan Utama menyambut baik dan senang atas adanya kerjasama ini. “Kerjasama antara Pertamina dan Kemenkes  ini sudah terjalin erat. Sangat penting  melakukan sinergi kaitannya dengan masalah kesehatan dan energi. Semoga dengan kerjasama yang telah terjalin akan banyak memberikan manfaat bagi kita semua” ungkapnya.

Penandatanganan Nota Kesepahaman

Direktur PT. Pertamina Hulu Energi R Gunung Sardjono Hadi. “Dengan kondisi industri minyak saat ini, pertamina mengedepankan CSR yang berfokus pada pengembangan energi terbarukan dengan dana yang cukup besar. Pertamina siap berkolaborasi untuk terus mengembangkan daerah berpotensi energi terbarukan, salah satunya dengan menggandeng Undip. Kami berharap MoU ini bisa ditindaklanjuti yang kemudian dapat menjadi sarana bagi Undip, Pertamina maupun stakeholder lainnya untuk maju bersama,” terangnya.

Sementara itu Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat dr. Anung Sugihantono M.Kes menuturkan perlunya gerakan bersama untuk pembangunan kesehatan khususnya di Jawa Tengah. “Tantangan pembangunan kesehatan ke depan akan semakin kompleks. Fakta bahwa sustainable development tidak bisa dipisahkan antara tujuan kedua sampai tujuh belas satu sama lain snagat penting untuk memikirkan bersama-sama pembangunan menuju lima belas tahun kedepan khususnya untuk jurusan FKM, FK dan Psikologi,” ungkapnya.


Statistik