Menristekdikti Resmikan Teaching Industry dan Agro Tecno Park Undip

Menristekdikti Resmikan Teaching Industry dan Agro Tecno Park Undip

Category : Beranda , Berita , Events

Menristekdikti M Nasir resmikan Teaching Industry  dan Agro Tecno Park Undip, Sabtu (23/9) di Kampus Undip Tembalang.

M. Nasir menyambut baik atas inisiasi Undip untuk mengembangkan teknologi dari hasil risetnya  hal tersebut bisa dilihat dari peresmian Teaching Industry  dan Agro Tecno Park Undip karena pada pada hakekatnya riset itu harus berbasis kepada output maka dari itu ke depan riset dosen  harus kita kawal betul karena dosen kadang meneliti tidak berdasarkan kebutuhan masyarakat disinilah pentingnya fungsi dari Dewan Riset Nasional,” ujarnya.

“Semoga Undip bisa menjadi pionir  dalam hasil risetnya untuk itu diperlukakan komitmen bersama dari seluruh civitas akademika Undip untuk menghadapi perubahan dan tantangan dunia yang semakin maju tetapi tetap menjadi Universitas yang bertumpu pada local wisdom,” katanya.

Rektor Undip Prof. Yos Johan Utama menuturkan bahwa peresmian Teaching Industry  dan Agro Tecno Park Undip ini hanyalah langkah kecil Undip untuk menggapai sesuatu yang lebih besar lagi di masa yang akan datang karena keberadaan Teaching Industry  dan Agro Tecno Park di Undip ini bertujuan untuk mendekatkan dunia kampus dengan industry dan mendekatkan mahasiswa dengan industry sehingga ketika lulus nanti diharapkan para mahasiswa siap dengan dunia kerja,” ungkapnya.

Yos menambahkan bahwa ke depan riset para dosen harus menjadi produk dengan menggandeng pihak ke tiga untuk bisa dihilirisasikan dan untuk mendukung dan memfasilitasi para penilti Undip dalam risetnya ke depan kita akan banyak membangun gedung laboratorium yang memiliki fasiltas berstandar internasional “kata Pakar Hukum Acara Tata Usaha Negara ini

Univeritas Diponegoro dengan Visi 2020 sebagai Universitas Riset maka dibentuk Teaching Industry (TI). Teaching Industry ini  mendapat pendanaan dari Kemenristekdikti, yang memungkinkan terjadi lompatan baru bagi teknologi plasma dari Universitas Diponegoro untuk Indonesia dan kawasan ASEAN.

Sedangkan Agro Tecno Park ini dibangun di atas lahan satu hektar untuk memfasilitasi percepatan alih tehnologi pertanian yang dihasilkan pemerintah kepada masyarakat. Sekaligus pembangunan pertanian bersiklus biologi. Direncanakan jadi pusat percontohan bagi masyarakat dengan kegiatan pelatihan dan pemagangan, sekaligus jadi lokasi agro edu wisata.


Statistik