Prof Yos : Hasil Riset Pakar Harus Bisa Wujudkan Kemandirian Pangan

Prof Yos : Hasil Riset Pakar Harus Bisa Wujudkan Kemandirian Pangan

Category : Beranda , Berita

Rektor Undip Prof Yos Johan Utama berharap agar para peneliti dan pakar berkontribusi dalam meningkatkan produksi pangan demi terwujudnya kemandirian pangan bangsa . Pokok pikiran itu di sampaikan dalam acara Internasional Simposium on Food Agro-Biodiversity (ISFA), Selasa (26/9).

Simposium internasional tersebut digelar oleh Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip di Grand Candi Semarang.

Rektor  menuturkan hasil penelitian dan inovasi para pakar dapat memberikan kontribusi dan kemajuan bagi dunia peternakan dan pertanian khususnya di Indonesia dan dunia internasional pada umumnya.

“Indonesia yang menjadi negara agraris harus bisa menciptakan inovasi dan terobosan dari hasil riset para pakarnya untuk¬† kemaslahatan umat manusi. Indonesia juga harus mempunyai peran penting dalam mengambil bagian dan ikut bekerjasama dengan komunitas internasional. Peneliti harus berkontribusi dari setiap gagasan dan penemuannya demi negara ini,” kata Pakar Hukum Tata Usaha Negara ini.

Dekan Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip Prof. Arifin mengatakan ISFA diadakan setiap tiga tahun sekali dan menjadi simposium kedua setelah pada tahun 2014 lalu. Acara tersebut bertemakan ‘Developing Suistainable Agriculture and Food Production’.

Tema tersebut dipilih untuk meningkatkan perkembangan berkelanjutan untuk produksi pangan dan pertanian. tujuan diadakan simposium internasional sebagai wadah untuk menghimpun hasil penelitian dari para pakar di bidang pangan dan pertanian dari beberapa negara.

“Kami ingin penelitian dari para pakar bisa terus dikembangkan dan diaplikasikan secara nyata jangan hanya menjadi sesuatu yang hilang begitu saja. Riset dari para pakar ini diharapkan mampu memecahkan masalah dalam tantangan penyediaan pangan,” Urainya.

Prof. Arifin menambahkan seminar internasional ini ISFA diikuti oleh 123 peserta dan mengumpulkan hasil penelitian. Setiap peserta akan mempresentasikan hasil penelitian, nantinya jika penelitian lolos seleksi dan memenuhi syarat akan dipublish di Prosiding Internasional yang terindeks Scopus.

Simposium yang diadakan selama dua hari mulai 26-27 September 2017 terdapat empat pembicara yang terdiri dari Shigeru Hayagawa dari Kagawa University Jepang, Cheng Neng-Chan dari Guandong Institute of Eco-Environmental Science and Technology China dan Bessie M Burgos dari Southeast Asian Regional Center Pilipina dan Satu pembicara nasional yaitu Agung P Murdanoto dari PT Rajawali Nusantara Indonesia. (Ipung/Humas)


Statistik