Undip Komitmen Jembatani Ide Peneliti Baru

Undip Komitmen Jembatani Ide Peneliti Baru

Universitas Diponegoro gelar konferensi internasional guna menjembatani tahap awal bentuk penelitian di Hall Utama hotel Eastparc Yogyakarta. Konferensi yang bertemakan “ The 3rd International Conference on tropical and Coastal Region eco development (ICTCRED) 2017” digelar selama 3 hari 2-4 Oktober 2017. Kegiatan ini akan dipublikasikan di prosiding Internasional yang terindeks Scopus IOP. Acara tersebut dihadiri kurang lebih 150 peserta baik dari dalam dan luar negeri diantaranya Prof. Susilo Wibowo dan Dr. Hadiyanto dari Universitas Diponegoro-Indonesia, Prof. Gerard Pals Hadiyanto dari VU University Medical Centre-Belanda, Prof. Junichi Tanaka dari University of Ryukyus-Jepang, Dr. Roel H. Bosma dari Wageningen University–Belanda, Prof. Tao Liu dari Ocean University of China, dan Prof. Scottawat Benjakul dari Prince of Songkla University.

Ketua Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Undip Prof. rer.nat. Heru Susanto, ST.,MM.,MT mengatakan bahwa sebagai bentuk dari transformasi Undip menjadi PTNBH, konferensi internasional semacam tersebut rajin- rajin diselenggarakan.

“Konferensi tersebut debut awal pada tahun 2014 lalu, dengan misi awal yaitu memuat dan publis perihal hasil penelitian Undip agar lebih bermanfaat,” ungkap Prof. Heru.

Dalam sambutannya, Rektor Undip Prof. Yos Johan Utama merasa  senang dan bangga atas terselenggaranya acara tersebut sebagai wujud dari Tridharma Perguruan Tinggi.

“Tema dari konferensi ini sesungguhnya direfleksikan dari ide Centre of Excelent (CoE) yang ditetapkan pada tahun 2012 mewakili prioritas kita sebagai universitas riset.  Sejak deklarasi Undip sebagai universitas riset, tema utama dari setiap hasil risetakan diunggah ke benchmarking internasional,“ tutur Rektor.

Prof. Yos menambahkan bahwa Universitas Diponegoro terdiri dari 13 fakultas yang memiliki sumber daya manusia yang kuat dan latar belakang penilitian terkait dengan ilmu kehidupan tropis dan pembangunan pesisir. Hal ini juga didukung dengan laboraturium terintegrasi perikanan dan kelautan yang terletak di teluk awur Jepara.

Ilmu kehidupan tropis dan pembangunan pesisir merupakan dua isu penting di Indonesia dan perlu diaktualisasikan oleh pemerintah. Hal tersebut juga sangat dekat hubungannya dengan tujuan ilmiah utama Universitas Diponegoro. Potensi besar di Indonesia, sumber daya samudra yang begitu luas dan nilai berpotensi extract produk  laut alaminya, memberikan kesempatan untuk berkontribusi pada energi dan pangan. Akhir-akhir ini muncul isu bahwa pangan dan energi juga dapat dieksploitasi dari laut. Tentunya, eksplorasi dan eksploitasi produk laut harus  mempertimbangkan dampak kerusakan lingkungan. Isu ini merupakan topik yang menarik yang direfleksikan dalam beberapa abstrak yang di-submit dalam konferensi ini. Isu yang menarik ini perlu didiskusikan dalam konferensi ini melalui sharing ide dan penemuan. Saya sangat bersyukur melihat konferensi ini  mendapatkan respon yang besar dari para pesertanya dari domestik maupun dari negara lainnya seperti Jepang, China, Amerika dan Perancis sebagaimana yang disampaikan oleh panitia.

Jumlah publikasi yang diindeks oleh database terkemuka telah ditetapkan sebagai indikator untuk peringkat universitas dunia termasuk Indonesia. Oleh karena itu, Undip juga mendorong semua ilmuwan dan staf akademik untuk meningkatkan catatan publikasi mereka di jurnal reputasi internasional. Saat ini Undip menempati posisi ke-6 di antara universitas di indonesia untuk jumlah terbitan di jurnal internasional yang terakreditasi. (TR-HUMAS)


Statistik