Mahasiswa PascaSarjana Universitas Diponegoro Menjadi Salah Satu Dosen Tamu di Kobe University

Mahasiswa PascaSarjana Universitas Diponegoro Menjadi Salah Satu Dosen Tamu di Kobe University

Category : Beranda , Berita , Prestasi

Kobe (Jepang), Andi Ferdana (27) salah satu mahasiwa Magister Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Universitas Diponegoro berkesempatan menjadi dosen tamu dalam kuliah yang diadakan oleh Universitas Kobe. Kuliah ini dimaksudkan untuk menambah khasanah pengetahuan mahasiswa mengenai bencana alam karenadi Kobe sendiri pada tahun 1995 pernah mengalami gempa bumi yang sangat besar. Dalam kuliah ini mahasiswa diharapkan bisa belajar mengenai tahap rekonstruksi, rehabilitasi dan mitigasi bencana. Dalam kuliahnya Andi Ferdana menyampaikan bagaiama proses sebelum erupsi merapi 2010 dan pasca Erupsi Merapi 2010.

Mahasiswa peraih beasiswa pemuda berprestasi dari Kemenpora RI ini menyampaikan perubahan sosial yang terjadi ketika berada di hunian tetap setelah warga di relokasi akibat dampak erupsi Merapi 2010. Terjadi perubahan mata pencaharian oleh warga yang semula petani kemudian berubah menjadi berwirausaha atau beralih di bidang pariwisata. Salah satu faktor yang merubah mata pencaharian warga yang terkena dampak erupsi merapi adalah jarak. Relokasi yang berjarak agak jauh dari dusun lama membuat warga kesulitan untuk mencari rumput pakan ternak. Warga yang harus menghabiskan banyak tenaga dan uang  jika masih bertani dan beternak kemudian beralih ke sector pariwisata. Mereka membuka  warung-warung souvenir di bekas lahan mereka yang terkena erupsi Merapi 2010. Selain itu banyak anak muda yang kemudian menjadi pemandu wisata atau driver jeep wisata di Merapi.

Andi Ferdana berkesempatan menjadi dosen tamu di Kobe University karena diundang oleh Prof. Kondo, salah satu pengajar di Kobe University. Menjadi dosen tamu di Kobe university adalah salah satu rangkaian acara field study warga Merapi di Hokkaido-Kobe selama 15-25 Oktober 2017. Selain Andi Ferdana dua orang warga merapi lainnya adalah Totok Hartanto (Dukuh Gugan-Srodokan) dan Djenarto (Penggiat Radio Komunitas Lintas Merapi). Program ini didanai oleh JICA (Japan International Cooperation Agency) dan Japan Faoundation.  (Wsn)


Statistik

 
NEWS