Tim PBL FKM UNDIP Dukung Program 1000 Hari Pertama Kehidupan

Tim PBL FKM UNDIP Dukung Program 1000 Hari Pertama Kehidupan

Tim PBL FKM UNDIP Dukung Program 1000 Hari Pertama Kehidupan menggelar telah digelar kegiatan “Kamilia” Kader Sayang Ibu Hamil dan Ibu Nifas, Senin (13/11) sebagai upaya mengoptimalkan peran kader di KelurahanTembalang. Upaya mengoptimalkan peran kader ini dilatarbelakangi adanya penemuan mahasiswa FKM Undip yang tergabung dalam Tim PBL (Pengalaman Belajar Lapangan) Kelurahan Tembalang bimbingan Yudhy Dharmawan, SKM, M.Kes terhadap masalah cakupan kunjungan pemeriksaan kehamilan (K4) yang belum mencapai target yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang dan kejadian kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu hamil yang cukup tinggi di Kelurahan Tembalang. Mahasiswa PBL melakukan intervensi atas permasalahan yang telah ditemukan melalui intervensi secara langsung kepada masyarakat dan intervensi kepada pelayanan kesehatan.

Kegiatan intervensi pada masyarakat berupa edukasi kepada kader selaku pemegang peran penting dalam peningkatan cakupan K4. Kagiatan yang sarat edukasi ini terdapat beberapa rangkaian kegiatan yaitu: Lomba Cerdas Cermat Kader, Lomba Kreasi Pembuatan Makanan Tambahan dengan bahan pangan lokal, serta penyegaran materi berupa pemberian edukasi kader menegenai pentingnya Antenatal Care (pemeriksaan kehamilan) dan upaya pencegahan KEK pada ibu hamil dilakukan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab lengkap disertai media audiovisual.

Kegiatan ditutup dengan memberikan kalender informatif tentang pentingnya Antenatal Care dan ciri-ciri ibu hamil dengan KEK, buku resep makanan tambahan dengan bahan pangan lokal, buku pegangan kader mengenai informasi seputar KEK pada ibu hamil dan pentingnya makanan tambahan. Media cetak yang telah dibagikan diharapkan mampu memberikan pengetahuan pasca kegiatan yang nantinya akan menjadi panduan dalam melakukan kegiatan pendampingan ibu hamil dan ibu nifas oleh kader di Kelurahan Tembalang.
Melalui kegiatan “Kamilia” ini, diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan motivasi kader Kelurahan Tembalang dalam menjalankan peran penting guna menyelesaikan masalah kesehatan Ibu dan Anak dan Gizi di Kelurahan Tembalang.

Disamping itu, intervensi juga dilakukan kepada pelayanan kesehatan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 17 November 2017 yaitu berupa kegiatan advokasi dalam upaya peningkatan cakupan K4 dan pencegahan KEK pada ibu hamil dilakukan langsung oleh perwakilan tim PBL Kelurahan Tembalang kepada Kepala Puskesmas Rowosari, Bapak Ali Rosyidi,SKM., MPH.

Dalam rangka keberlanjutan kegiatan PBL, Tim PBL Kelurahan Tembalang memiliki rekomendasi untuk meningkatkan pelayanan KIA dan Gizi di Wilayah Kerja Puskesmas Rowosari dengan memberikan media promosi kesehatan berupa Standing Banner mengenai KEK pada ibu hamil dan Makanan Tambahan; Rencana usulan apresiasi kader dengan memberikan piagam penghargaan pada kader teraktif di setiap kelurahan; dan pemberian buku saku kepada Kader FKK serta Gasurkes KIA sebagai sumber informasi mengenai pelaksanakan kunjungan ibu  hamil untuk melakukan pelayanan Antenatal Care serta informasi terkait KEK dan pentingnya Makanan Tambahan (MT) untuk ibu hamil serta Resep olahan Makanan Tambahan saat melakukan pendampingan ibu hamil.
Kegiatan intervensi ke pelayanan kesehatan ini membuahkan hasil diantaranya; Diterimanya usulan rekomendasi intervensi yang telah kami tawarkan oleh Kepala Puskesmas Rowosari serta mendapatkan beberapa dukungan dalam peningkatan peran serta masyarakat dalam penyediaan serta pemanfaatan pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang diselenggarakan di Kelurahan Tembalang oleh Puskesmas Rowosari.

Upaya Mahasiswa FKM dilakukan atas kesadaran bahwa 1000 Hari Pertama Kehidupan penting dalam pembentukan tumbuh kembang anak saat masa periode emas terdiri dari 270 hari selama kehamilan dan 730 hari pada dua tahun pertama kehidupan seorang anak. Saat periode emas anak tidak lepas dari peran ibu yang memberikan asupan yang bergizi dan sehat. Pentingnya K4 (kunjungan ibu hamil saat trimester 3) diperlukan untuk mengetahui kondisi ibu dan si buah hati dalam menyiapkan persalinannya serta mengetahui status kesehatan ibu dan anaknya. Sumber asupan gizi ibu hamil harus benar-benar diperhatikan karena dari situlah anak mendapatkan nutrisi untuk pertumbuhannya di dalam kandungan. Ibu hamil yang memiliki LILA (lingkar lengan atas) kurang dari 23,5 cm berisiko KEK. Adanya kegiatan PBL Fakultas Kesehatan Masyarakat UNDIP yang rutin dilaksanakan setiap tahun diharapkan dapat memberikan kontribusi penuh dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan peran serta masyarakat dalam masalah kesehatan serta meningkatkan softskill dan hardskill setiap tenaga Kesehatan Masyarakat nantinya dalam upaya promotif dan preventif. (Kontributor: Syahilla Efriana, FKM 2014)


Statistik

 
NEWS