Jonas Jahja Dianugerahi Dr. (H.C.) oleh UNDIP

Jonas Jahja Dianugerahi Dr. (H.C.) oleh UNDIP

Category : Beranda , Berita

Universitas Diponegroro (Undip) menganugerahi gelar Doktor Honoris Causa (H.C.) di bidang Ilmu Ternak Unggas kepada Jonas Jahja yang juga Presiden Direktur PT Medion. Jonas dianugerahi gelar doktor HC atas prestasi dan dedikasinya pada pengembangan bidang ilmu peternakan khususnya vaksin unggas. Acara penganugerahan dilakukan di Gedung Prof.Soedarto,SH kampus Undip Tembalang, Sabtu (9/12).

Dalam orasi ilmiahnya berjudul “Pengembangan Vaksin Dan Obat Unggas Yang Inovatif Dalam Upaya Peningkatan Protektivitas”, Jonas mengatakan bahwa Perkembangan bisnis peternakan unggas tidak terlepas dari berbagai kendala, salah satunya adalah penyakit unggas. Newcastle disease (ND) atau yang dikenal dengan tetelo, merupakan salah satu penyakit unggas yang menular. ND menjadi salah satu penyebab utama kerugian pada industri unggas. Penyakit ini bersifat endemis, sangat infeksius, dan memiliki tingkat morbiditas serta mortalitas yang sangat tinggi. Kerugian yang disebabkan oleh penyakit viral ini adalah mortalitas yang mencapai 100% pada ayam yang belum divaksin, penurunan produksi, biaya eradikasi, vaksinasi, serta program karantina yang memerlukan biaya tinggi” jelasnya.

“Hal tersebut mendorong saya dan Medion untuk melakukan pengembangan vaksin ND inaktif menggunakan seed virus yang homolog dengan strain virus lapang. Dalam memproduksi vaksin tersebut juga dilakukan kontrol kualitas dan jaminan mutu untuk menjamin kualitas vaksin ND yang diproduksi” ungkapnya.

Selain itu, telah dilakukan juga pengembangan obat herbal imunostimulan dari ekstrak herbal yaitu Imustim untuk mendukung kinerja vaksin lebih maksimal. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan dapat disimpulkan bahwa pemberian Imustim sebagai imunostimulan selama 3 hari sebelum dan sesudah vaksinasi terbukti dapat mempercepat peningkatan titer antibodi hasil vaksinasi.

Rektor Undip Prof.Yos Johan Utama dalam sambutannya mengatakan bahwa penghargaan Undip kepada Jonas Jahja sebagai Doktor Honoris Causa tentu didasarkan pertimbangan kepantasan dan kepatutan yang kuat baik dari sisi akademis maupun non akademis yang sangat ketat mengingat Undip mengemban sejarah besar akademik yang bermartabat di gelanggang nasional maupun internasional.

Rektor menjelaskan dari sisi akademis, Jonas telah membuktikan dalam kapasitas pribadi maupun sebagai pimpinan PT Medion telah mengambil kebijakan perusahaan yang dipimpinnya untuk memperkuat ketersediaan pangan nasional utamanya penemuan dan rekayasa vaksin untuk peternakan yang sangat dibutuhkan bagi ketersediaan pangan bagi Rakyat Indonesia, riset yang dilakukan telah berhasil menyediakan vaksin yang mampu mengikuti perkembangan penyakit ternak.

“Menjadi seorang Doktor Honoris Causa tidak hanya sekadar capaian keilmuan akan tetapi di dalamnya juga ada kematangan jiwa serta integritas baik sebagai ilmuwan praktisi maupun sebagai manusia, menjadi praktisi dengan gelar akademik yang tertinggi sudah sepatutnya untuk memiliki dan memupuk pula jiwa kepedulian kepada umat manusia, keberanian dalam menegakkan kebenaran dilandasi kejujuran dan integritas. saya berharap kedepan Dr (H.C.) Jonas Jahja terus menghasilkan karya yang bermutu di bidang vaksin peternakan yang terbarukan” kata Pakar Hukum bidang Acara Tata Usaha Negara ini. (HUMAS UNDIP)


Statistik

 
NEWS