CBIOM3S UNDIP Kolaborasi Engineer Dan Dokter Dorong Kemandirian Teknologi Kesehatan Indonesia

CBIOM3S UNDIP Kolaborasi Engineer Dan Dokter Dorong Kemandirian Teknologi Kesehatan Indonesia

Category : Beranda , Berita , Events , Kerjasama

Indonesia selama ini dihadapkan pada permasalahan tingginya ketergantungan terhadap produk impor alat kesehatan yang angkanya di atas 90% dari keseluruhan alat kesehatan yang dipasarkan di Indonesia.Salah satu alasan rendahnya jumlah produk, alat dan teknologi kesehatan di Indonesia adalah kurangnya riset kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak untuk menghasilkan luaran nyata yang dimanfaatkan oleh stakeholder teknologi kesehatan di Indonesia.

Untuk mengatasi ini, Universitas Diponegoro melalui salah satu pusat penelitian teknologi kesehatan, CBIOM3S (Center for Biomechanics, Biomaterials, Biomechatronics and Biosignal processing) menggandeng para dokter, perawat, peneliti dari perguruan tinggi lain dan mitra industri untuk bahu membahu melakukan riset, menghasilkan produk teknologi kesehatan dan melakukan hilirisasi produk hingga dapat dinikmati oleh masyarakat hal itu disampaikan oleh Wakil Rektor IV UNDIP, Prof. Dr. Ir. Ambariyanto, MSc saat membuka acara SEMINAR TEKNOLOGI KESEHATAN DAN PENDIRIAN RINTISAN PUSAT UNGGULAN IPTEK (PUI) TEKNOLOGI KESEHATAN SEBAGAI WADAH KOLABORASI ENGINEER DAN DOKTER UNTUK MENORONG KEMANDIRIAN TEKNOLOGI KESEHATAN INDONESIA di Gedung Serba Guna, Fakultas Kedokteran baru-baru ini.

Prof. Ambariyanto memberikan apresiasi terhadap kegiatan kolaboratif dokter dan engineer ini serta mendorong akselerasi riset dan hilirisasi teknologi. UNDIP membutuhkan kegiatan riset yang inovatif dan menghasilkan karya nyata untuk mendukung status UNDIP sebagai PTNBH.

Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia (PABI) Cabang Semarang dan CBIOM3S UNDIP bekerja sama menyelenggarakanSeminar Teknologi Kesehatan ke-3 Tahun 2017. Kegiatan ini mengundang pembicara dari 6 orang dokter spesialis dan 2 engineer untuk membicarakan hasil penelitian yang selama ini telah dilakukan secara bersama.

Ketua PABI Semarang, dr. Benedictus Kartika Widjajanto, SpB. FINA CS dalam sambutannya memberikan support pada kegiatan ini dan berharap adanya kelanjutan kerja sama jangka panjang antara dokter dengan pada engineer.

Ketua CBIOM3S, Dr. Rifky Ismail melanjutkan dengan memperkenalkan CBIOM3S Undip sekaligus tim peneliti, produk, publikasi ilmiah dan paten yang telah dihasilkan salah satunya tangan bionik ASTO dan BIMO yang rencananya akan komersialisasikan pada tahun2018 mendatang sebagai Low End Bionic Hand.

Salah satu acara penting dalam seminar ini adalah kesepakatan bersama pendirian konsorsium ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan di Indonesia dan rintisan Pusat Unggulan Iptek Teknologi Kesehatan yang melibatkan CBIOM3S Undip sebagai inisiator dengan anggota konsorsium berasal dari RS Nasional Diponegoro, RS Kariadi Semarang, RS Ortopedi dr. Soeharso Solo, RS. TNI AL dr. Ramelan Surabaya dan Politeknik Kesehatan Surakarta. Konsorsium dan pusat unggulan iptek ini akan menjadi wadah bagi para dokter, engineer, perawat dan peneliti untuk bersama-sama melakukan penelitian, pengembangan dan komersialisasi produk dan alat kesehatan di Indonesia.

Warek IV. Prof Ambariyanto memberikan sambutan dan membuka acara.


Statistik

 
NEWS