Rektor Undip: Mahasiswa Harus Terapkan Riset dan Inovasi dalam KKN

Rektor Undip: Mahasiswa Harus Terapkan Riset dan Inovasi dalam KKN

Sebagai Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTN-BH) dan universitas kelas dunia para mahasiswa KKN Undip diminta untuk mengutamakan pengabdian kepada masyarakat dengan berbasis hasil riset inovasi. Selain untuk mengasah jiwa kerakyatan KKN juga menjadi sarana untuk menguji hasil riset di tangah masyarakat. KKN tidak hanya sekadar, membangun gapura, penyediaan tempat sampah, packaging dan labeling produk dan lainnya, tapi harus ada sentuhan teknologi yang diterapkan supaya menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk jangka panjang hal itu disampaikan Rektor Undip Prof.Yos Johan Utama saat melepas 3.006 mahasiswa KKN Undip Tim I Tahun 2018, Rabu,(3/1) di Lapangan Gedung Widya Puraya Kampus Undip Tembalang

 Rektor mengatakan, setiap tahun Undip menerjunkan mahasiswa KKN yang disebar di berbagai kabupaten dan kota di seluruh Jawa Tengah. Sebelum diterjunkan, para mahasiswa KKN dibekali materi tentang suatu permasalahan yang ada disuatu daerah tersebut untuk di analisis dan dicarikan solusinya. “Jadi KKN ini menjadi arena untuk mengejawantahkan ilmu yang di dapat di bangku kuliah oleh para mahasiswa,” terangnya.

Rektor berpesan kepada seluruh mahasiswa KKN untuk dapat menjaga keselamatannya dirinya saat melaksanakan KKN patuhilah ketentuan dan peraturan yang berlaku, dapat menjaga sopan santun dan menyesuaikan dengan adat istiadat setempa dan terpenting adalah menjaga nama baik almamater Undip”pungkasnya.

 Kepala P2KKN, Edy Prasetyo mengatakan bahwa kegiatan KKN UNDIP Tim I TA 2017/2018 akan diselenggarakan selama 42 hari, terhitung sejak 3 Januari 2018  sampai dengan 15 Februari 2018, dimana pada Minggu pertama akan dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk survai/observasi pendahuluan”ujarnya.

“Jumlah peserta KKN secara keseluruan adalah 3.006 mahasiswa (45,75% putra, dan 54,25% putri), yang diterjunkan pada 8 wilayah Kabupaten (yaitu kabupaten Jepara, Pati, Grobogan, Temanggung, Semarang, Kendal, Pekalongan, dan Kabupaten Pemalang), pada 31 kecamatan (34 tim), dan 350 desa.  Jadi, jumlah peserta KKN pada setiap desa berkisar antara 8 s/d 9 mahasiswa.

Edy juga menjelaskan KKN Tim I TA 2017/2018 esensinya tetap merupakan KKN Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM), dengan rasio program multidisiplin : monodisiplin adalah 2 : 2 (artinya setiap tim mahasiswa KKN dalam satu desa wajib membuat 2 program multidisipliner, dan masing-masing mahasiswa wajib membuat  2 program monodisipliner sesuai dengan kompetensi keilmuannya). (Ipung/Humas)


Statistik

 
NEWS