2018, Undip Siap Genjot Jumlah Guru Besar

2018, Undip Siap Genjot Jumlah Guru Besar

Tahun 2018 ini Undip melakukan program percepatan Guru Besar. Hal ini adalah gebrakan utama dari Rektor PTN-BH pertama Undip Prof.Yos Johan Utama, untuk mendukung  program tersebut maka senat akademik Undip menghadirkan Direktur Karier dan Kompetensi SDM Kemenristekdikti Prof.Dr. Bunyamin Maftuh untuk menyampaikan kiat-kiat pengembangankarier dosen Undip dengan tema “Arah Kebijakan Karier dan Kompetensi Dosen di Lingkungan Kemenristekdikti di tahun 2018”, Senin (22/1) di Ruang Sidang Senat Akademik Undip Tembalang

Wakil Rektor I Undip Prof.M Zainuri mengatakan ada sekitar 60-65 orang Doktor Undip yang sangat potensial untuk menjadi guru besar, kita berharap kehadiran Direktur Karier dan Kompetensi SDM Kemenristekdikti Prof.Dr. Bunyamin Maftuh dapat memotivasi dosen Undip untuk mengusulkan kenaikan pangkat sebagai guru besar sesuai persyaratan yang ditetapkan,” katanya

“Dengan adanya program percepatan dan pendampingan guru besar ini Undip mempunyai target dalam tahun ini paling tidak dapat mengahasilkan 25 guru besar baru karena dalam menghadapi tantangan di era global terutama dalam upaya Undip untuk menembus menjadi 500 besar universitas dunia, maka Undip harus mampu memenuhi standar yang diberlakukan, diantaranya adalah rasio dan jumlah guru besar (professor) yang dimiliki.

Direktur Karier dan Kompetensi Sumber Daya Manusia Kemenristek Dikti Prof. Bunyamin Maftuh dalam kunjunganya ke Undip  berharap agar pimpinan Universitas mendorong agar dosen mau meniliti karir sampai jenjang tertinggi yaitu guru besar atau profesor dan berkontribusi pada jurnal-jurnal ilmiah internasional sehingga ketertinggalan jumlah publikasi internasional Indonesia terhadap negara lain bisa dipangkas.

Bunyamin menjelaskan, dosen tidak hanya sebagai pengajar saja tetapi juga sebagai ilmuwan yang salah satu tugasnya meneliti dan mempublikasikan karya ilmiahnya di kancah internasional.

“Salah satu ciri utama seorang ilmuwan yaitu menghasilkan karya tulis ilmiah berupa hasil penelitian dan jurnal ilmiah nasional dan internasional, ini memang wajib bagi dosen.

Oleh karena itu, pihaknya akan berupaya membantu dan mendorong para dosen untuk bisa meningkatkan jabatannya atau menjadi gurubesar. “Kemenristekdikti akan memberikan kemudahan bagi dosen yang ingin mengusulkan diri menjadi guru besar, dengan salah satu kemudahan yang diberikan adalah pengusulan melalui sistem online,” ujarnya. (Ipung/Humas)


Statistik

 
NEWS
PENGANUGERAHAN GELAR DOKTOR HONORIS CAUSA KEPADA JAKSA AGUNG H.M. PRASETYO,GEDUNG PROF.H.SOEDARTO,SH UNDIP TEMBALANG