KKN Tim I Kendal Maksimalkan Potensi Daerah

KKN Tim I Kendal Maksimalkan Potensi Daerah

Bertajuk Tak Ken(d)al Maka Tak Sayang mahasiswa KKN Tim I Undip yang telah diterjunkan selama 37 hari menggelar expo budaya dan potensi daerah kabupaten kendal (Sabtu,10/02). Mahasiswa KKN yang tersebar di 4 kecamatan dan 44 desa di Kendal ini memamerkan berbagai produk dan keunggulan dari masing-masing desa serta menjadikan budaya sebagai fokus tema pameran kali ini. Adapun tema pameran yang diangkat dalam expo ini yaitu Senandung Diponegoro untuk Kendal Tercinta.

“Mengapa kami mengangkat tema ini karena kami ingin memberikan sebuah karya untuk kendal. Hal ini kami ekspresikan dalam kalimat senandung diponegoro untuk kendal tercinta”  ujar Koordinator Kecamatan, Alfan Kusuma.

Lebih lanjut korordinator kecamatan menjelaskan senandung ini merupakan bentuk perwujudan rangkaian acara expo KKN yang menampilkan budaya khas kendal.

Acara yang berlangsung mulai pukul 08.00 – 13.00 ini menampilkan kuda lumping, barongan serta kendal dance yang ditampilkan anak-anak SD di Kecamatan Pageruyung.

Selain itu expo ini menjadi ajang bagi mahasiswa untuk memperkenalkan potensi wisata yang coba diberdayakan oleh mahasiswa KKN salah satunya wisata curug. Curug sujam menjadi salah satu target masterplan pemberdayaan destinasi wisata yang direncanakan memiliki rest area dan gardu pandang guna memaksimalkan kekayaan alam tersebut.

Dilaksanakan di Desa Tambahrejo, Kecamatan Pageruyung Kabupaten Kendal mahasiswa menampilkan karya yang telah dibuat selama penerjunan KKN dengan tiga potensi agraria utama daerah yaitu jambu, pisang dan jagung. Potensi tersebut dikreasikan menjadi berbagai olahan berupa dodol dan selai jambu biji dari Desa Pageruyung, bolu jagung anti diabetes dari Desa Bangunsari, sari jagung (susu jagung) serta pengolahan limbah plastik dan kain perca menjadi bunga dari Desa Gebangan. Produk lainnya yang terbuat dari jambu, jagung dan pisang dikreasikan dengan apik oleh mahasiswa Undip.

Menariknya Expo TIM I KKN Kendal memamerkan hasil produk mini biogas alternatif dan weleri pafing block dari sampah plastik. Medical check up dan pengundian doorprize menjadi daya Tarik Expo yang menambah kemeriahan acara. Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Ir Frontea Swastawati MSc menyampaikan bahwasanya KKN ini merupakan implementasi jangka panjang yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa.

“Harapannya dengan adanya KKN ini mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu sesuai bidangnya tidak hanya untuk jangka pendek tapi juga untuk jangka panjang. Hal ini dikarenakan banyak mahasiswa yang lulus namun bekerja tidak sesuai dengan keahliannya sehingga harus sekolah kembali atau mengikuti pelatihan. KKN ini sebagai sarana untuk mendalami sekaligus implementasi ilmu itu. Selain sebagai persipan menuju dunia kerja, kkn juga merupakan upaya untuk memberikan manfaat bagi masyarakat” ungkapnya.


Statistik

 
NEWS
PENGANUGERAHAN GELAR DOKTOR HONORIS CAUSA KEPADA JAKSA AGUNG H.M. PRASETYO,GEDUNG PROF.H.SOEDARTO,SH UNDIP TEMBALANG