Satu dari Tiga Balita di Indonesia Alami Stunting

Satu dari Tiga Balita di Indonesia Alami Stunting

Category : Beranda , Berita

PT Phapros dan Harian Bisnis Indonesia Gelar Seminar Kesehatan Nasional bekerjasama dengan FKM UNDIP

Semarang, Selasa 13 Februari 2018

Seminar Kesehatan Nasional dengan tema Mencegah Stunting, Meningkatkan Daya Saing Bangsa diselenggarakan atas kolaborasi PT. Phapros Tbk dengan Harian Bisnis Indonesia. Ruang Hall Dr. Boedioro Fakultas Kesehatan Masyarakat menjadi wadah acara besar ini diselenggarakan.

Fakta ironis yang perlu diketahui adalah Indonesia yang memiliki julukan zamrud katulistiwa dengan potensi sumber daya alam yang melimpah justru memiliki prevalensi stunting sebesar 37%. Artinya, satu dari tiga anak di Indonesia mengalami stunting (tinggi badan yang berada di bawah minus dua standar deviasi: ≤ 2 SD dari tabel status gizi WHO child growth standard). Angka ini lebih tinggi dibandingkan beberapa negara ASEAN lain, bahkan beberapa negara di Afrika. Lebih buruknya lagi, Indonesia menduduki peringkat 5 dunia negara dengan prevalensi stunting tertinggi.

Dalam seminar tersebut, Prof. Fasli Jalal yang merupakan guru besar di Universitas Negeri Jakarta sekaligus komisaris PT Phapros Tbk menyampaikan bahwa rentetan dampak negatif akan terjadi jika stunting tidak diselesaikan. Beliau menyampaikan bahwa setidaknya 10 hingga 15 poin kecerdasan intelektual dari 9 juta anak bangsa akan hilang. Lain halnya dengan negara maju yang mulai mengeluarkan dana untuk menangani kelebihan gizi, negara berkembang masih memerlukan 20-30 milyar dolar Amerika tiap tahunnya untuk penanganan malnutrisi untuk mencegah 11% potensi pendapatan negara Indonesia yang hilang. Intervensi penting dilakukan untuk mencegah hilangnya generasi mendatang akibat stunting. Jika kita lihat, di Indonesia bahkan di dunia sangat banyak jenis pekerjaan yang mempersyaratkan adanya tinggi minimal seperti polisi, tentara, pramugari, dan pilot. Bukankah sangat disayangkan jika ada 9 juta anak Indonesia yang tidak dapat mengikuti kompetisi kerja tersebut.

Lebih mengejutkan lagi, Prof. Fasli Jalal selaku Wakil Menteri Pendidikan Indonesia yang juga aktif dalam gerakan gizi nasional juga menyebutkan intervensi gizi spesifik atau penanganan secara langsung dari segi nutrisi untuk stunting hanya memberikan kontribusi 30% sedangkan intervensi yang tidak langsung justru menyumbang peran hingga 70%. Intervensi secara tidak langsung yang menitikberatkan pada kerjasama lintas sektoral menjadi suatu investasi yang utamanya berupa pencegahan sehingga kejadian stunting tersebut tidak akan terjadi di kemudian hari.

Ketua Rembug Nasional Tahun 2017 Prof. Dr. Ir. Firdaus Ali menyebutkan bahwa upaya pemerintah untuk menekan prevalensi stunting dipecah menjadi 3 tahapan, penentuan target, program pencegahan, dan partisipasi publik. Target yang ditentukan yaitu turunnya prevalensi stunting sebesar 9% diharapkan terjadi pada tahun 2019. Langkah untuk menggapai target tersebut yaitu dengan mencegah stunting khususnya pada 1000 hari pertama kehidupan, dan tentunya dengan dukungan dari berbagai pihak.

Hanifa Maher Denny, SKM, MPH, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro FKM Undip) dan Ketua Dewan Pakar Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI), selanjutnya memaparkan tentang Lesson Learned mengenai Kegiatan Intervensi Masalah Gizi dan Penyelamatan 1000 Hari Pertama Kehidupan untuk Mencegah Stunting di beberapa Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Paparan ini berisi penelitian-penelitian kaji tindak dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh FKM Undip yang di dukung atas kerjasama dengan Direktorat Gizi Masyarakat, Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sekaligus mengemukakan tentang Pendampingan bagi Ibu Hamil sampai bayi berumur dua tahun yang di lakukan mahasiswa S1 FKM Undip sejak tahun 2013 dalam Program Desa Mitra Kampus untuk mewujudkan upaya pencegahan stunting.

Kepala Dinas Provinsi Jawa Tengah,dr. Yulianto Prabowo, SPOG yang mewakili Gubernur Jawa Tengah menyampaikan apresiasi atas inisiatif “partnership” antara FKM Undip, Harian Bisnis Indonesia dan PT. Phapros, Tbk.

Selanjutnya seminar ditutup dengan inisiasi kerjasama antara Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro dengan PT. Phapros Tbk untuk penyelenggaraan riset-riset kaji tindak dan pengabdian kepada masyarakat.


Statistik

 
NEWS