Category Archives: Berita

Rektor Undip Hadiri Parenting Paud Permata Undip

Category : Beranda , Berita

“Paud Permata Undip ini disiapkan tidak secara main-main, kesejahteraan guru dijamin, kualitas diutamakan dan semua guru yang mengajar adalah sarjana dengan tujuan mendidik generasi-genarasi yang  pintar, berakhlak dan santun”  tutur Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum. dalam acara Parenting Paud Permata Undip, di Gedungl ICT Undip, sabtu (21/9)

Acara ini sekaligus menampilkan pementasan siswa didik PAUD Permata,  seperti menari, paduan suara dan memainkan musik angklung. Pementasandimaksudkan untuk mengasah keterampilan dan keberanian siswa didik untuk tampil percaya diri tanpa menghilangkan sifat asli anak-anak yang lucu dan menggemaskan.

Menurut Rektor dengan melihat pementasan anak-anak, kita akan melihat hebatnya anak itu ketika mereka tampil keliru, misalnya saat menari, karena dengan salah tandanya mereka berani mencoba atau tidak takut dan tampil apa adanya.

Bunda Nurina, S.Psi, M.Psi, CHA, CGA selaku pemateri Parenting dengan tema Management Menghadirkan Quality Time Bagi menyampaikan bahwa karakter anak dimasa depan itu dibentuk dari masa lalu mereka, untuk itu karakter anak harus mulai dibentuk sejak dini.


FPP Undip Gandeng Pemkab Grobogan dan PUSRI Kenalkan Kedelai Asli Grobogan Non GMO

Category : Beranda , Berita

Kedelai, Jagung, Gula, dan Daging adalah komoditas yang menjadi fokus pemerintah untuk terus digenjot produksinya. Pasalnya produksi kedelai dalam negeri masih tidak bisa mengimbangi permintaan kedelai di pasaran. Produksi yang relatif stagnan dari tahun ke tahun menyebabkan impor kedelai menjadi tidak terkendali.

Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Universitas Diponegoro berupaya untuk memasyarakatkan kedelai Grobogan Non GMO dengan menggandeng Pemkab. Grobogan dan PUSRI dengan tujuan bersama guna mensejahterakan petani dengan varietas lokal yang dimiliki. Keunggulan kedelai Grobogan sebagai salah satu varietas lokal unggulan harus dikenalkan terlebih dahulu kepada masyarakat, tahap penyadaran ini memerlukan dukungan banyak pihak, utamanya pemerintah dan semua pihak mulai dari hulu hingga pasca panen agar tujuan bisa tercapai.

Menurut Dekan FPP, Dr. Ir. Bambang Waluyo H.E.P., M.S., M.Agr., saat ini Jawa Tengah adalah daerah penghasil kedelai terbesar ke-3 se-Indonesia. Jawa Tengah memiliki varietas super dari Grobogan yang harus digaungkan, sudah saatnya varietas asli menjadi raja di negara sendiri. “Jika ingin tujuan tercapai tentu harus ada rasa nasionalisme untuk mencintai varietas dalam negeri yang diproduksi oleh petani lokal, tidak hanya dari petani, tetapi juga dari sisi konsumen, selain itu perlu adanya pengembangan teknologi produksi kedelai lokal agar bisa bersaing dengan kedelai-kedelai transgenik” tuturnya.

 


Undip Jalin Kerjasama dengan Universitas di Turki

Category : Beranda , Berita , Kerjasama

Universitas Diponegoro mengembangkan kerjasama dengan beberapa universitas di Turki untuk memperkuat kolaborasi di tingkat internasional,beberapa waktu lalu.

Wakil rektor akademik dan kemahasiswaan Budi Setiyono ditugaskan mengikuti rombongan tim yang dipimpin utusan khusus presiden untuk Timur Tengah dan OIC, Dr. Alwi Sihab.

“Read More”

Penerimaan Pegawai Universitas Diponegoro Non Aparatur Sipil Negara (PU Non-ASN) Formasi Dosen Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Tahap 2 Tahun 2019

Category : Beranda , Berita , Info Kampus


50 Mahasiswa UNDIP Terima Beasiswa Bakti BCA

Category : Beranda , Berita

Bank Central Asia, Tbk (BCA) kembali mewujudkan komitmennya dalam bidang pendidikan, dengan memberikan beasiswa kepada 50 mahasiswa Undip yang berprestasi Jum’at (20/9) di Kantor Wilayah BCA Pemuda, Semarang. Hadir dalam acara tersebut Wakil Direktur Karier, Penalaran, dan Kesejahteraan Mahasiswa Undip Dr. Eng. Agus Setyawan, S.Si., M.Si beserta jajaran pejabat kemahasiswaan, Vice President CSR BCA, dan sebanyak 50 mahasiswa penerima beasiswa Bakti BCA.

Beasiswa diserahkan simbolis oleh Perwakilan Pejabat BCA Rosalia Sutedjo didampingi Wakil Direktur Karier, Penalaran, dan Kesejahteraan Mahasiswa Undip Dr. Eng. Agus Setyawan kepada salah satu perwakilan mahasiswa Undip penerima beasiswa.

Agus Setyawan mengungkapkan bahwa Undip sangat mengapresiasi pemberian beasiswa bagi para mahasiswa Undip karena hakekatnya beasiswa yang diberikan tidak hanya meringankan beban para mahasiswa tetapi juga sebagai cambuk bagi mereka untuk lebih dapat berprerstasi lagi dalam bidang akademik” ungkapnya.

Sementara Rosalia Sutedjo mengatakan bahwa beasiswa yang diterima setiap mahasiswa dari  PT BCA Tbk nilainya Rp 10 juta per tahun, atau Rp 5 juta per semester” ujarnya.

“ Melalui beasiswa ini, kami ingin membantu mahasiswa yang berprestasi agar mereka dapat menyelesaikan studinya dengan baik” tutur Rosa.

 


MAHASISWA FEB UNDIP RAIH PENGHARGAAN BEST PAPER DI BRUNAI

Category : Beranda , Berita

Mahasiswa Undip atas nama Muhammad Rizal Hidayat (Ekonomi Islam 2017), Rizky Tri Utomo (Ekonomi Islam 2016), dan Khoirun Nisa (Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan 2016) meraih penghargaan “Best Paper Award” for Undergraduate Program in Islamic Economics and Finance Parallel Session dalam Call for Paper Competition The 2nd International Conference on Business, Economics, and Finance (ICBEF) 2019.

ICBEF adalah konferensi level internasional di bidang bisnis, ekonomi, dan keuangan yang diselenggarakan oleh School of Business and Economics Universiti Brunei Darussalam (NB : Universiti Brunei Darussalam saat ini menempati posisi ke-10 universitas terbaik se-Asia Tenggara versi QS World University Rankings). Konferensi tahun ini mengangkat tema : “New Technologies, Dynamic Business Environment, and Growth for Future”.

Konferensi ini menyelenggarakan call for paper competition. Pada seleksi abstraknya, pihak panitia menerima lebih dari 80 abstrak dari 19 negara berbeda (termasuk New Zealand, United Kingdom, Amerika Serikat, Perancis, Uni Emirat Arab, Jepang, Singapura, Malaysia, dan Indonesia). Setelah dilanjutkan ke seleksi full paper, mereka menetapkan 53 full paper untuk dipresentasikan di sana. Sebanyak 56 presenter dari 9 negara berbeda (Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Jepang, Pakistan, Nigeria, dan Amerika Serikat).diundang untuk mempresentasikan penelitiannya dalam 16 parallel session. Sebagai catatan, dari 56 presenter yang diundang hanya tiga presenter saja yang masih berstatus sebagai mahasiswa program sarjana (yaitu Rizal, Rizky, dan Nisa). Selebihnya berstatus sebagai mahasiswa program magister, doktoral, dosen bergelar doktor, hingga dosen bergelar profesor.


Statistik