Untuk meneruskan dan menyebarluaskan kebijakan baru sistem seleksi masuk perguruan tinggi tahun 2020, Universitas Diponegoro menyelenggarakan kegiatan sosialisasi yang dihadiri oleh Kepala Sekolah SMA, SMK dan MA se-kotamadya Semarang dan se-Kabupaten Semarang. Sebanyak 170 Kepala Sekolah tercatat menghadiri dan mengikuti dengan penuh perhatian jalannya sosialiasi yang berlangsung Selasa pagi (10/12/2019) di aula gedung ICT Universitas Diponegoro Semarang.

Sejak didirikan pada Januari 2019, LTMPT sebagai satu-satunya lembaga penyelenggara tes masuk perguruan tinggi negeri di Indonesia, terus melakukan pembenahan dan perbaikan sistem seleksi untuk memenuhi prinsip kredibel, adil, transparan, fleksibel, efisien, akuntabel serta tidak diskriminatif. Pada tahun 2020 ini, dikeluarkan kebijakan baru bagi siswa-siswi yang ingin meneruskan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN. Diantaranya, diberlakukan kebijakan Single Sign On (SSO) artinya setiap siswa hanya membuat satu akun LTMPT untuk mendaftar SNMPTN atau SBMPTN. 

Penyelenggaraan UTBK (Ujian Tertulis Berbasis Komputer) pada tahun 2019 hanya terdapat 2 kelompok Saintek dan Soshum, maka pada tahun 2020 nanti kelompok ujian pada UTBK dibagi menjadi 3 kelompok Saintek, Soshum dan Campuran. Pelaksanaan tes pada tahun 2019 diadakan sebanyak 40 sesi dan digelar setiap Sabtu-Minggu, maka pada tahun 2020 UTBK dilaksanakan selama 7 hari berturut-turut dan setiap hari ada 2 sesi. Siswa hanya dapat mengikuti UTBK satu kali atau satu sesi saja. 

“Pemeringkatan siswa-siswi kini juga dilakukan oleh pihak sekolah, mengingat sekolah yang lebih tahu persis prestasi anak didiknya. Pihak sekolah juga diperbolehkan menambahkan kriteria lain dalam pemeringkatan siswa”, demikian jelas Dr. Bambang Cahyono, tim sosialisasi dari LP2MP Universitas Diponegoro. 

Kegiatan sosialisasi ini sangat penting bagi Kepala Sekolah agar dapat mempersiapkan sekolahnya dan peserta didik dengan lebih baik untuk mendaftar SNMPTN, mengikuti UTBK dan mendaftar SBMPTN tahun 2020. Sekolah juga diminta untuk memperhatikan jadwal-jadwal penting proses pendaftaran SNMPTN, pelaksanaan UTBK dan SBMPTN.

“Kami mengadakan sosialisasi SNMPTN dan SBMPTN ini agar kedepan tidak ada lagi keluhan dari pihak sekolah tidak bisa mengikuti SNMPTN karena terlambat membuat akun di LTMPT atau siswa-siswinya tidak satupun yang lolos SNMPTN karena yang didaftarkan adalah siswa-siswi dengan peringkat menengah. Seharusnya yang diikutsertakan siswa siswi dengan peringkat teratas”, jelas Prof. Ir. Edy Rianto, M.Sc., Ph.D selaku Kepala LP2MP Undip dalam memberikan contoh keluhan pihak sekolah pada seleksi tahun 2019 lalu. 

Tahun 2020 ini sekolah wajib membuat akun LTMPT sebagai gerbang para siswa mengikuti SNMPTN dan SBMPTN. Akun LTMPT sekolah ini dipergunakan untuk membuat dan memperbaharui Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Registrasi akun LTMPT untuk sekolah maupun siswa telah dibuka mulai 2 Desember 2019 hingga 7 Januari 2020 melalui portal ltmpt.ac.id.