Kebutuhan pasar akan daging ayam berkembang pesat, menjamur laiknya cendana di musim hujan. Agar tidak terjadi kelangkaan dan tingginya harga daging maka pemeliharaan ayam broiler dengan sistem kandang close house menjadi solusi. Sistem close house dinilai lebih efektif dalam pemeliharaan ayam broiler dibanding sistem open house.

Dr. Ir. Bambang Waluyo H. E. P., M.S., M. Agr., IPU selaku Dekan Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip dalam pembukan pelatihan ini juga menguatkan pentingnya sistem budidaya close house di era modern speerti sekarang. Dalam sambutannya dia menuturkan bahwa dengan sistem kandang closed house ayam broiler akan berkembang dengan sangat pesat karena kondisi kandang bias dimanipulasi agar sesuai kebutuhan ayam. Mulai dari sistem kontrol suhu, kelembaban, hingga pengaturan ammonia. Tujuannya jelas yaitu agar ayam nyaman sehingga bobotnya tinggi, tingkat kematian rendah, dan dengan begitu profitabilitas usaha juga akan tinggi.

Meskipun jumlah peternak yang menggunakan sistem kandang close house sudah banyak, namun menurut Hartanto Ludy selaku pimpinan PT. Charoen Pokphand Indonesia Regional jawa Tengah dan DIY ternyata hal itu tidak sebanding dengan kualitas SDMnya. Masih banyak peternak yang belum mengetahui teknis pemeliharaan yang baik sehingga hasilnyapun tidak optimal, tuturnya.

Menghadapi tantangan itu, PT. Charoen Pokphand Indonesia menggandeng Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro untuk mengadakan pelatihan bisnis manajemen kandang close house bagi calon manager. Pada peltihan batch pertama ini, animo pendaftar cukup tinggi yaitu mencapai 23 orang yang notabene merupakan alumni Fakultas Peternakan dan Pertanian. Ada yang baru saja diwisuda bahkan terdapat pula yang sudah menjalankan bisnis ayam broiler.

Motivasi peserta mengikuti pelatihan ini juga beragam, dari yang ingin mengembangkan usahanya hingga ingin menciptkan lapangan pekerjaan sendiri. Pesrta juga terkesan karena terdapat beberapa materi yang tidak didapatkan ketika kuliah tetapi dipaparkan dalam pelatihan ini. Pelatihan yang digelar selama 2 hari, mulai tanggal 20 hingga 21 Februari 2020 ini memang bertujuan untuk mempersiapkan operator dan manajer kandang close house yang berkompeten serta mempersiapkan calon pengusaha budidaya ayam broiler berbasis kandang closed house.

Guna menyukseskan tujuan tersebut, pelatihan ini diisi oleh para praktisi dan akademisi yang berpengalaman dibidangnya. Materi yang diberikan beragam, mulai dari perkandangan, perijinan, manajemen brooding, manajemen ventilasi, manajemen grower-panen, penanganan limbah, program vaksin dan medikasi serta analisis usaha. Harapannya kedepan pelatihan ini bisa mencetak wirausahawan unggul di bidang peternakan dan menjadi bagian dari keberlanjutan kerjasama antara dunia usaha dan perguruan tinggi.