Tema: Strategi Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat dalam Pandemi Covid-19

(Kamis, 30 April 2020) Universitas Diponegoro secara konsisten mengambil peran dalam pencapaian dan implementasi Sustainable Development Goals (SDG’s) yang merupakan kesepakatan pembangunan global untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Terutama dimasa saat ini, ditengah penyebaran pandemic Virus Corona COVID-19 yang menyebar di hampir 210 negara dan teritori didunia dengan total kasus 3,2 juta dengan angka kematian diatas 200 ribu jiwa (https://www.worldometers.info/coronavirus/update 30 April 2020).

Dengan keinginan yang besar untuk ikut berkontribusi dalam penyelesaian berbagai masalah yang muncul akibat pandemik ini, Kantor Pemeringkatan Universitas Diponegoro meluncurkan WEBINAR Undip SDG’s Series 2020 yang kali ini menghadirkan pembicara dengan kepakaran masing-masing guna membahas dan memberikan pemikiran dan solusi  implementasi Sustainable Development Goals (SDG’s)

Seri webinar kali ini menampilkan SDG’s Health and Well-Being dengan tema “Strategi Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat dalam Pandemi Covid-19” telah dilaksanakan tanggal 30 April 2020 live via Zoom, YouTube, dan Facebook. Hadir sebagai pembicara Bapak Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, SH., M.I.P, Dekan Fakultas Kedokteran Undip Dr. dr. Dwi Pudjonarko, Sp.S(K), kemudian Prof. Dr. Drh. I Gusti Ngurah Kade Mahardika sebagai Guru Besar Universitas Udayana dan Assoc. Prof. Dr. Djull Acun Dermawan @Tan Tek Song dari Universiti Malaysia Sabah. Acara ini dibuka oleh Rektor Undip Prof. Dr. Yos Johan Utama, SH., M.Hum. dan moderator Prof. Dr. Denny Nugroho Sugianto, ST., MSi. selaku Kepala Kantor Pemeringkatan Universitas Diponegoro sebagai penyelenggara acara WEBINAR Undip SDG’s Series 2020 ini.

Dalam sambutannya Rektor Universitas Diponegoro mendukung upaya-upaya penyelesaian masalah Covid-19  yang selaras dengan implementasi SDGs No 3 (Health and Well-Being) yaitu memastikan kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua untuk semua usia serta untuk mewujudkan pembangunan manusia yang berkelanjutan.

Pembicara pertama Bapak Gubernur menyampaikan data terkini mengenai situasi pandemi Covid-19 di Jawa Tengah serta menguraikan langkah-langkah strategis yang telah diambil secara tegas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tangah dalam memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Sementara itu, Dr. Dwi menyampaikan data historis penyebaran Covid-19 serta langkah-langkah yang bisa dilakukan oleh institusi maupun individu dalam menurunkan sebaran virus. Selain itu beliau juga menyampaikan kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan oleh Universitas Diponegoro.

Pembicara lainnya Prof Mahardika mengupas perkembangan riset terbaru termasuk penjelasan mendetail mengenai asal dan karakteristik Covid 19. Beliau juga menyampaikan beberapa keunggulan dan kelemahan bangsa Indonesia di saat Pandemi Covid-19 dan kemungkinan-kemungkinan berbagai upaya untuk mendapatkan vaksin untuk Covid-19.

Pembicara terakhir yaitu Dr. Djull Acun Dermawan memberikan pengetahuan mengenai langkah-langkah strategis yang dilakukan Pemerintah Malaysia dalam memerangi Covid-19 serta memberikan rekomendasi yaitu langkah-langkah untuk meningkatkan produktivitas secara mandiri, keluarga maupun kelompok di masa Pandemi ini.

Jumlah peserta yang mengikuti Webinar ini sekitar 647 orang yang berasal dari 49 Instansi Pemerintah/BUMN, 18 Instansi Swasta, 14 LSM/NGO, dan 93 PTN/PTS se Indonesia, serta dari  berbagai macam elemen yang meliputi pemerintahan, akademisi, peneliti, mahasiswa, pelajar, dan advokat yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia dan beberapa negara seperti Malaysia, Jepang, USA, dan Belanda. Peran aktif serta kerjasama antara pemerintah, institusi dan masyarakat sangat diperlukan agar kita bersama dengan segera bisa melewati masa pandemi ini. Terutama sosialisasi dan peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai dampak pandemic Covid -19 dan tindakan pencegahannya.

WEBINAR Undip SDG’s Series 2020 untuk serie ke-2, selanjutnya akan mengusung terkait implementasi SDG’s ke 2 yaitu No Proverty dengan mengambil tema Strategi Ketahanan Ekonomi dalam Masa Pandemi COVID-19 yang akan dilaksanakan pertengahan bulan Mei 2020.