SEMARANG – Pada Upacara Wisuda ke-158 Universitas Diponegoro (Undip) yang dilakukan secara daring, Rektor Undip Prof Dr. Yos Johan Utama SH MH membeberkan empat tips sukses menghadapi perubahan yang terjadi begitu cepat dan sering tidak bisa diperkirakan sebelumnya. Keempat tips sukes tersebut merupakan jawaban atas kondisi dunia yang kini tengah dilanda gejala VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguous).

Rektor Undip menyebutkan gejala VUCA meliputi Volatility atau volatilitas yang ditandai dengan besarnya jarak antara gejolak naik dan turun yang berlangsung sangat cepat, kemudian Uncertainty atau ketidakpastian, Complexity atau kerumitan serta Ambiguous atau kondisi dwi makna. “VUCA harus kita hadapi dengan strategi yang pas,” kata Yos Johan Utama saat memberi pesan kepada para wisudawan yang berjumlah 1.548 orang, Selasa (16/6/2020).

Adapun strategi menghadapi kondisi VUCA yang diberikan Rektor adalah dengan fleksibilitas, memahami dengan lebih baik, membangun koneksitas serta kelincahan (agility). Fleksibilitas diperlukan untuk mengatasi volatilitas. Kita yang harus mengikuti gejolak yang ada, bukan gejolak yang harus mengikuti kemauan kita. “Pendek kata semua harus dibuat seluwes mungkin untuk mengatasi gejolak,” katanya.

Sedangkan strategi memahami keadaan yang terjadi dengan lebih baik diperlukan untuk menghadapi ketidakpastian (uncertainty) yang ada. Hanya dengan memahami, mengerti dan mengetahui lebih lengkap dan lebih dalam kondisi yang tidak pasti bisa diketahui jawabannya. Adapun kondisi yang rumit atau kompleks harus dihadapi dengan membangun jaringan dengan maksimal. Penyelesaian kerumitan akan terjadi setara dengan kualitas dan kuantitas jaringan yang kita miliki. Sementara ambiguitas atau maknaganda dari keadaan yang ada bisa dihadapi dengan kelincahan kita dalam bergerak dalam semua sektor.

Pesan itu disampaikan untuk mengingat Undip saat ini sudah masuk dalam lima besar nasional universitas dengan lulusan kerja terbaik versi QS World. Bersama dengan ITB, Binus, ITS dan UGM yang semuanya berada di posisi antara 301-500 besar, dimana nama Undip tercatat di dalamnya pada urutan ketiga nasional. Rektor yakin para alumni Undip bisa menghadapi keadaan karena berkarakter pejuang dan pemenang. Keberhasilan lainnya yang dicapai Undip adalah menjadi universitas terfavorit kedua dalam SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) tahun 2020 dimana jumlah pendaftarnya mencapai 29.932 calon mahasiswa.
Ketua Senat Akademik Undip, Prof Dr Ir Sunarso MS, menyatakan wisuda secara daring kali ini merupakan pertama kali dilakukan Undip sejak universitas ini berdiri tahun 1956. Prosesi wisuda secara daring periode ni, menurut Sunarso, akan dilakukan dalam tujuh tahap selama tiga hari mulai Selasa (16/6/2020) sampai Kamis (18/6/2020).

Wakil Rektor 1 Undip Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof Budi Setiyono M Pol Adm PhD, melaporkan, dari 1.548 wisudawan itu berasal dari program doktor 38 orang, magister 272 orang, spesialis 55 orang, profesi 191 orang, sarjana 928 orang dan diploma 64 orang. “Dengan tambahan wisuda ke-158 ini, terhitung sejak Undip bediri sudah meluluskan 220.275 orang melalui berbagai jenjang dan program studi yang ada,” tutur Budi Setiyono.

Dia juga melaporkan rerata nilai akademik dan masa studi yang ditempuh para wisudawan kali ini. Rata-rata nilai akademik program doktor 3,7 dengan masa studi 4,7 tahun; untuk magister IPK rata-rata 3,75 dan masa studi 1,8 tahun; program spesialis IPK rata-rata 3,57 dan masa studi 4,1 tahun; program profesi rata-rata IPK-nya 3,72 dan masa studi rata-rata 1,8 tahun, program sarjana rata-rata IPK-nya 3,48 dan masa studinya 3,8 tahun dan untuk IPK program diploma rata-rata 3,19 dengan masa studi 3,2 tahun. “Yang menggembirakan, dari jumlah wisudawan kali ini, 49,4% mencapai predikat cumlaude,” tukasnya.