SEMARANG – Kembali beraksi dalam membantu mahasiswa terdampak Covid19, Keluarga Alumni Perikanan Undip (Kerapu) dalam aksinya kali ini berkolaborasi dengan Universitas Diponegoro dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Mahasiswa terdampak Covid19 yang dimaksud adalah para mahasiswa yang tidak dapat kembali ke kampung halaman dikarenakan oleh Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sehingga menetap di kota Semarang hingga waktu yang belum dapat ditentukan. Aksi pembagian bantuan ini bukanlah yang pertama dilakukan oleh Kerapu Undip yang berasal dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro ini. Sebagai kegiatan lanjutan dari program pembagian bantuan yang telah dilaksanakan pada bulan Mei lalu, kegiatan yang bertajuk “Kerapu Peduli, Kerapu Guyub Saklawase” ini membagikan paket bantuan kepada 155 mahasiswa. Penerima bantuan adalah mahasiswa dari berbagai Program Studi FPIK Undip antara lain Departemen Perikanan Tangkap (PT), Departemen Akuakultur (AK), Departemen Sumberdaya Air (SDA), Departemen Teknologi Hasil Perikanan (THP), Departemen Oseanografi (OSE), Departemen Ilmu Kelautan (IK).

Dalam kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (18/6) bertempat di kampus Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip Tembalang ini, Kerapu Undip dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membagikan paket bantuan makanan berupa beras 150 pak @5 kg, telur 150 pak @10 butir, mie instan 150 pak @5 bungkus, minyak goreng 150 pak @1 liter, dan ikan asap 150 pak @5 potong. “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan bekerjasama selama ini dengan KERAPU, terutama kepada Bapak Gubernur Jawa Tengah, Rektor Universitas Dipongoro, Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Perikanan Provinsi Jawa Tengah, Dekan FPIK UNDIP dan semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.”, ujar Abdul Kadir Karding selaku Ketua Umum DPP Kerapu. Wujud kepedulian alumni FPIK Undip kepada adik tingkatnya ini memberikan banyak manfaat kepada mahasiswa terdampak pandemi. Salah satu mahasiswi mengatakan bahwa salah satu kesulitan yang dihadapi selama pandemi adalah banyaknya rumah makan yang tutup sehingga mahasiswa yang masih berada di kos harus memasak makanan sendiri.

Sementara itu, mahasiswa semester empat Perikanan Tangkap, Iwan Fadli, mengutarakan bahwa dirinya masih menetap di kos sejak bulan puasa dan hari raya Idul Fitri. Iwan mengungkapkan selain karena saat ini adalah masa Ujian Akhir Semester (UAS), kebijakan pemerintah yang melarang mudik juga jadi pertimbangannya untuk tidak mudik ke Padang. Menghadapi dampak pandemi yang tengah terjadi, pihak FPIK Undip telah mengadakan pembagian bantuan kepada mahasiswa terdampak Covid19 sejak bulan Maret 2020. Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Prof. Ir. Tri Winarni Agustini, MSc, PhD. menyatakan bahwa FPIK menyambut baik atas inisiatif Kerapu untuk peduli dengan mahasiswa yang terdampak Covid-19. “Kegiatan-kegiatan semacam ini agar bisa ditingkatkan di masa masa yang akan datang. FPIK siap memfasilitasi dan mendukung kegiatan-kegiatan yang berdampak positif kepada mahasiswa dan almamater”, tutur beliau.