Bilik ini adalah ujud fisik (model prototype) dari kegiatan pengabdian masyarakat yang berbasis dari riset yang cepat dan tanggap dalam mengatasi permasalahan penyebaran virus Covid19 di era New Normal dari kacamata seorang arsitek sebagaimana disampaikan oleh Dekan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Prof. Ir. Agung Wibowo, MM.MSc.PhD saat menerima secara simbolis Model Prototype Bilik Sholat anti Covid-19 dari Ketua Departemen Arsitektur Fakultas Teknik (DAFT) Universitas Diponegoro Dr.Ir. Agung Budi Sardjono, MTA pada hari kamis 18 Juni yang lalu.

Model prototype bilik sholat COVID-19

Tim Pengabdian masyarakat diketuai oleh Dr.Ir. Eddy Prianto, CES, DEA, yang beranggotakan Prof.Ir. Totok Roesmanto. M. Eng, Ir. Abdul Malik. MSA, Ir. Bharoto. MSA, Ir. Dhanoe Iswanto, MTA, M.Sahid.ST.MT, Septana, Dokter Baju Widjasena, MErg (FKM) dan beberapa mahasiswa DAFT. Dr.Eddy Prianto memaparkan bahwa Kegiatan Pengabdian Masyarakat Mandiri ini bertujuan memberikan alternative disain fisik dari penataan jamaah untuk melaksanakan sholat berjamaah di era New Normal, di mana sesuai protocol Kesehatan jarak antar jamaah seyogyanya 1.20- 1.50 meter atau 50% dari kapasitas jamaah. Melalui studi arsitektural dan argonomi pengguna dalam aspek Kesehatan dan kebersihan, digagas suatu bilik di dalam masjid yang dapat menampung sekitar 70% jamaah tanpa melanggar protokol Kesehatan.

Dalam menyikapi era New Normal, di mana rumah-rumah ibadah telah dibuka dengan protokol Kesehatan yang ketat, terkadang masih kita jumpai yang tidak diharapkan. Untuk itulah dengan aplikasi model bilik sholat ini, kegiatan ibadah dapat berjalan semestinya dengan khusuk, jamaah tertampung dan tanpa meninggalkan protokol Kesehatan yang diwajibkan. Melakukan kegiatan ibadah di area publik di era new Normal ini dapat dilakukan dengan aman tanpa membahayakan diri sendiri dan orang lain, paling tidak bisa dimulai dari lingkungan kampus dan wilayah sekitanya ungkap Prof. Totok sebagai penutup acara tersebut.