Walikota Semarang Hendrar Prihadi, Rabu (4/8/2020) mengunjungi kampus Universitas Diponegoro untuk melihat langsung inovasi-inovasi yang dihasilkan Universitas Diponegoro. Dalam kunjungan ini, Walikota Semarang diterima oleh Prof. Budi Setiyono, S.Sos., M.Pol.Admin., Ph.D selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan dan Dr. Dwi Cahyo Utomo, SE., MA., Ph.D selaku Plt. Wakil Rektor Bidang Komunikasi dan Bisnis.

Adapun hasil inovasi Universitas Diponegoro diantaranya  Robot medis, berfungsi untuk mengurangi kontak antara tenaga medis dengan pasien Covid-19. Robot Wisuda yang digunakan saat wisuda online untuk menggantikan kehadiran fisik wisudawan wisudawati, sebagai bagian dari upaya mencegah penyebaran Covid-19. Serta alat penjernih udara Zeta Green yang mampu membunuh virus, bakteri dan jamur serta mampu menghambat penyebaran penyakit, membantu kesembuhan penyakit akibat virus, bakteri maupun jamur. Robot medis dan robot wisudawan ini merupakan inovasi dari Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi CBIOM3S Universitas Diponegoro. Sedangkan Zeta Green merupakan produk dari Teaching Industry Universitas Diponegoro dan Dipo Technology.

Produk inovasi Universitas Diponegoro ini didemonstrasikan di ruang sidang Rektor Gedung Widya Puraya lantai 2. Setelah menyaksikan secara langsung fitur-fitur yang terdapat pada robot medis dan robot wisuda, serta kelebihan yang dimiliki alat penjernih udara Zeta Green, Walikota Semarang tertarik untuk menindaklanjuti inovasi-inovasi Universitas Diponegoro. Bentuk kerjasama antara Universitas Diponegoro dengan Pemerintah Kota Semarang ini dalam wujud penelitian lanjutan. Undip akan menerima dana hibah penelitian dari Pemerintah Kota Semarang. Tujuan penelitian lanjutan ini untuk lebih menyempurnakan fungsi robot-robot tersebut sesuai dengan kebutuhan.

“Kami pemerintah kota Semarang, membutuhkan robot pelayan masyarakat di mana robot ini untuk melayani masyarakat yang ingin menemui walikota, misalnya mengantarkan surat dari warga untuk walikota. Tidak ada tatap  muka langsung tetapi diwakili oleh robot dan komunikasinya melalui layar pada robot. Ini salah satu bagian dari upaya pencegahan Covid,” terang Walikota Hendrar saat menyaksikan demo robot wisuda.

Demikian pula dengan robot medis, rencananya akan diujicobakan di salah satu rumah sakit penanganan Covid-19 kota Semarang, dimana fungsi tenaga medis digantikan oleh robot medis ini. Seperti fungsi untuk mengantarkan makanan, obat-obatan dan kebutuhan pasien lainnya. Walikota berharap, robot medis ini dapat disempurnakan lagi penampilannya.

Universitas Diponegoro menyambut baik ketertarikan Pemerintah Kota Semarang untuk menjalin kerjasama penelitian.

“Harapan kita, Universitas Diponegoro bekerjasama dengan Pemerintah Kota Semarang bisa menjadi leader dalam hal robot untuk menangani Covid-19. Sehingga Pemkot setuju dalam waktu dekat ini untuk bekerjasama mengembangkan penelitian robot-robot ini,” jelas Prof. Budi Setiyono.

Hasil kerjasama penelitian antara Pemkot Semarang dengan Undip dapat mengembangkan tiga robot untuk pelayanan masyarakat masing-masing ditempatkan di kantor Walikota, di Perpustakaan Daerah, dan di Pelayanan Terpadu Satu Pintu kota Semarang. Demikian pula dengan robot medis, diharapkan dapat membantu tenaga medis melayani pasien Covid-19 sehingga mengurangi kontak langsung antara tenaga medis dengan pasien Covid-19.