Salah satu dusun yang terletak di Kecamatan Tembalang rupanya masih menyimpan kesenian yang terus dilestarikan. Warga RW. 04 Jurang Blimbing masih mempunyai tiga kesenian yang terjaga sejak tahun 1970-an. Kesenian-kesenian tersebut antara lain : Kuda Lumping, Karawitan, dan Ketoprak.

Azza Ifana, mahasiswi Sastra Indonesia Undip memberikan pelatihan kepada pemuda desa yang tergabung dalam IKADA (Ikatan Kawula Muda) Jurang Blimbing mengenai konten podcast pada Jumat (14/08). Konten podcast sendiri memiliki konsep berupa rekaman audio tentang topik tertentu yang disebarkan melalui media sosial. Menurut Azza, konten podcast bisa menjadi salah satu sarana promosi dan pengenalan kesenian-kesenian yang ada di Jurang Blimbing. “Ya karena podcast sampai sekarang masih menjadi konten yang digandrungi oleh generasi muda sehingga bisa menjangkau banyak khalayak,” ungkap Azza.

Pembuatan podcast yang cenderung mudah bisa dilakukan oleh siapapun. Podcast sendiri tidak memerlukan skill (kemampuan) editing video yang terkesan ribet, melainkan bisa dilakukan hanya dengan aplikasi dasar di smartphone. Selain itu, kunci utama dalam pembuatan podcast adalah materi untuk pengenalan topik dan rekaman suara.

Dengan adanya pelatihan ini diharapkan banyak pemuda desa Jurang Blimbing khususnya yang tergabung dalam IKADA bisa mengenalkan kesenian-kesenian asli daerah dengan cara-cara milenial seperti podcast. Ditambah lagi IKADA memiliki peran penting sebagai pemegang sosial media dari Jurang Blimbing. “Ya pelatihan podcast ini bagus karena di zaman sekarang ini semua serba pakai medsos (media sosial,red). Sasarannya tepat karena menjangkau banyak orang terutama anak-anak muda agar lebih mengerti kesenian-kesenian tradisional khususnya yang di Jurang Blimbing,” ungkap Triyono, selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tematik Tim II Undip.