SEMARANG – Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Berdasarkan THE World University Rankings 2021 (WUR 2021) yang baru saja dirilis, Undip berada di posisi terhormat sebagai perguruan tinggi terbaik ke-enam di Indonesia.

Dari sekitar 4.500 perguruan tinggi yang ada di Indonesia, diketahui hanya 9 perguruan tinggi yang berhasil masuk ke dalam penilaian THE WUR 2021. Penilaian tahun ini dilakukan terhadap lebih dari 1.500 universitas yang berasal dari 93 negara dan kawasan. Banyaknya jumlah dan asal universitas membuat pemeringkatan oleh lembaga ini menjadi yang terbesar dan paling beragam yang ada saat ini.

Rektor UNDIP, Prof Dr Yos Johan Utama SH MHum, mengungkapkan rasa syukurnya dengan hasil yang diperoleh. Beliau menyebut UNDIP memperoleh bobot cukup tinggi pada aspek Research, Citations, Industry Income, dan International Outlook ini artinya kegiatan penelitian oleh para akademisi di lingkungan UNDIP diakui berbobot oleh akademisi dan kalangan industry baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Urutan enam besar perguruan tinggi di Indonesia adalah Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Gajah Mada (UGM), IPB University, dan Universitas Diponegoro (Undip). Dasar pemeringkatannya memakai 13 indikator kinerja yang dikalibrasi secara cermat dengan lima area dasar yakni teaching, research, citation (pengaruh riset) knowledge transfer dan international outlook. Hasil pemeringkatan didasarkan analisis atas lebih dari 80 juta sitasi terhadap sekitar 13 juta publikasi riset, dilengkapi dengan jawaban survey kepada 22.000 mahasiswa seluruh dunia.

9 Besar Universitas di Indonesia menurut THE World University Rankings 2021

No University Rank Overall (Calculation) Teaching Research Citations Industry Income International Outlook
1 UI 800 – 1000 28,01 37,6 20,7 15,2 84,5 51,3
2 ITB 1001+ 21,47 22,9 16,5 17,3 89,7 29,5
3 ITS 1001+ 19,20 19,7 12,1 17,5 61,9 38,2
4 UGM 1001+ 19,18 24,2 12,3 13,1 56,7 38,4
5 IPB 1001+ 18,73 24,7 10,1 12,6 58,1 40,8
6 UNDIP 1001+ 17,05 21,1 10,5 15 43,2 26,5
7 UNPAD 1001+ 16,34 22,5 8,6 14,5 40,5 22
8 U-Telkom 1001+ 15,09 12,9 8,5 22,2 33,8 15,5
9 UB 1001+ 13,29 16,9 8,7 10,2 36,3 21,9

Sumber: Analisis dan Pengolahan Data dari https://www.timeshighereducation.com/world-university-rankings/2021/world-ranking#!/page/0/length/25/locations/ID/sort_by/rank/sort_order/asc/cols/scores

Pada tingkat dunia, Oxford University berhasil mempertahankan posisi teratas selama lima tahun berturut-turut, sedangkan Tsinghua University tahun ini berhasil menjadi universitas asal Asia pertama yang dapat menembus 20 besar universitas terbaik dunia. Delapan dari 10 universitas terbaik dunia berada di Amerika Serikat diantaranya adalah Stanford University, Harvard University, California Institute of Technology dan Massachusetts Institute of Technology.  Sedangkan “new entry” terbanyak berasal dari India.

Pemberian rangking dilakukan dengan memberi bobot pada masing-masing kriteria yang dianalisis. Aspek teaching (the learning environment) diberi bobot sebesar 30% terdiri dari rasio staf dibanding mahasiswa, perbandingan jumlah mahasiswa S3 dengan S1, jumlah tenaga pengajar yang bergelar doktor, infrastruktur dan fasilitas yang tersedia bagi staf dan mahasiswa.

Sedangkan aspek penelitian yang dilihat dari jumlah dan reputasi diberi nilai 30%. Indikator utama untuk kategori ini didasarkan pada hasil survey tahunan penilaian hasil riset oleh para ahli di masing-masing bidang (Academic Reputation Survey). Produktivitas dinilai dari jumlah jurnal akademik terindeks Elsevier Scopus per lulusan dibandingkan dengan ukuran universitas yang dinormalisasi berdasarkan subyek. Hal ini dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan universitas mempublikasikan jurnal yang didasarkan peer-reviewed yang berkualitas.

Sebagai catatan, sejak tahun lalu THE WUR merancang metode untuk memberikan penghargaan kepada artikel ilmiah dengan subyek dimana universitas tersebut menyatakan tidak memiliki staf di bidang itu.

Adapun aspek sitasi (citation) atau pengaruh dari riset juga mendapat bobot 30%. Indikator ini melihat aspek peran universitas dalam menyebarluaskan pengetahuan dan ide-ide baru. Penilaian aspek ini dilakukan dengan pengujian terhadap lebih dari 86 juta sitasi atas 13,6 artikel jurnal, artikel review, prosiding dan buku-buku yang dipublikasikan dalam lima tahun belakangan. Jumlah data meliputi 24.000 jurnal akademik yang terindeks Elsevier Scopus selama periode 2015 – 2020. Sitasi memberi gambaran mengenai bagaimana kontribusi masing-masing universitas terhadap pengembangan ilmu pengetahuan diantaranya melalui penyebarluasan hasil riset pada komunitas akademik dunia.

Aspek international outlook dinilai dari banyaknya mahasiswa internasional baik tingkat sarjana atau pasca sarjana dan kerjasama penulisan artikel dengan akademisi internasional. Sedangkan aspek industry income dinilai dari kemampuan universitas membantu dunia industri dengan inovasi, penemuan dan konsultansi sehingga dunia industri juga mendapat manfaat dari perkembangan ilmu pengetahuan.

Sebagai catatan, WUR dapat mengeluarkan suatu universitas dari daftar penilaian apabila suatu universitas tidak memiliki mahasiswa tingkat sarjana atau hasil risetnya tidak dapat mencapai 1.000 publikasi per lima tahun (minimal 150 publikasi per tahun). Universitas juga dapat dikeluarkan dari list apabila 80 persen atau lebih hasil risetnya hanya berpaku pada satu kategori subyek saja.