Semarang – Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum pada Selasa, 27 Oktober 2020 meluncurkan teknologi pintar berbasis IoT, Public Smart Dispenser dan Irrigation & Monitoring System. Bertempat di Sekolah Vokasi UNDIP, kegiatan yang mengusung tema Smart Technologies in the Green Campus ini merupakan bentuk dukungan bagi Universitas Diponegoro sebagai Kampus Hijau untuk pemeringkatan IU Greenmetric. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, Dekan Fakultas di lingkungan Universitas Diponegoro, Direktur Inovasi dan Pengembangan Hasil Riset beserta Wakil, Kepala Kantor Pemeringkatan, Koordinator SDG’s, dan para Kaprodi Sarjana Terapan Sekolah Vokasi UNDIP. Semangat yang ingin ditunjukkan dalam tema tersebut adalah bagaimana penggunaan teknologi pintar dapat mendukung dan menciptakan Green Campus yang dimulai dari teknologi berbasis IoT.

Pada acara ini, Rektor Universitas Diponegoro melakukan penanaman bibit pohon yang kemudian disiram menggunakan Sistem Irigasi berbasis IoT, serta peragaan penggunaan Public Smart Dispenser. Selain itu, Rektor UNDIP menyerahkan secara simbolis Public Smart Dispenser kepada para Dekan di lingkungan Universitas Diponegoro untuk dapat dimanfaatkan di Fakultas masing-masing. Nantinya, Public Smart Dispenser bukan hanya dinikmati oleh kalangan internal Universitas Diponegoro saja, tetapi teknologi ini akan dikembangkan juga untuk publik.

Public Smart Dispenser dan Irrigation & Monitoring System merupakan teknologi yang diciptakan oleh Dosen Program Studi Sarjana Terapan Teknik Listrik Industri Sekolah Vokasi UNDIP, yaitu Dista Yoel Tadeus S.T., M.T., dan Fakhruddin Mangkusasmito S.T., M.T. yang berkolaborasi dengan PT Arisa Mandiri Pratama. Salah satu teknologi yang diusung pada Public Smart Dispenser adalah sistem pemantauan kapasitas air yang bersifat otomatis untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi operasional penyediaan air siap minum di lingkungan Universitas Diponegoro.

Penggunaan Public Smart Dispenser ini dapat mendukung Program Green Campus yang mendorong civitas akademika untuk mengurangi pemakaian plastik, khususnya air kemasan mineral. Implikasi dari Instruksi Menteri No.1/M/INS/2019 tentang larangan penggunaan kemasan air minum berbahan plastik sekali pakai dan/atau kantong plastik di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, secara langsung akan mengurangi penggunaan air minum kemasan plastik sekali pakai. Untuk itu, kehadiran dispenser dapat menjadi solusi bagi mereka yang membawa botol minum milik pribadi / tumbler. Public Smart Dispenser melengkapi teknologi dispenser yang sudah ada dengan teknologi IoT yang secara otomatis dapat memberikan tanda bahwa indikator air dalam dispenser akan habis. Sehingga, pengisian air isi ulang tidak akan terlambat, dan terhindar dari kekosongan / kehabisan air dalam kemasan galon.