Kaliwungu Kendal – Penandatanganan Nota Kesepahaman dalam rangka pengembangan rumah tahan gempa antara Universitas Diponegoro dan PT. Terryham Proplas Indonesia (TPI) serta Universitas Mataram dilakukan pada hari Kamis 26 Nopember 2020 yang lalu. Penandatangan ini disaksikan oleh Menteri Riset dan Teknologi / Kepala BRIN Prof. Bambang Brojonegoro didampingi Plt. Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek/BRIN Muhammad Dimyati, Direktur Pengembangan Teknologi Industri Kemenristek/BRIN Hotmatua Daulay, Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi Danang Rizki Ginanjar, Staf Khusus Menteri Bidang Pendanaan dan Investasi Ekoputro Adijayanto.

Pada penandatanganan tersebut pihak UNDIP diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Prof. Dr. Ir. Ambariyanto, MSc., pihak UNRAM diwakili oleh Wakil Rektor IV Yusron Saadi, ST., M.Sc., Ph.D. dan Direktur PT. TPI Syamsunar, SH. Pada kesempatan itu Wakil Rektor Riset dan Inovasi UNDIP juga didampingi Direktur dan Wakil Direktur Kerjasama Riset dan Industri Dr. Ir. Bambang Purwanggono, Prof. Dr. Ir. Syafrudin, Dr-Ing. Wisnu Pradoto serta Wakil Direktur Pengembangan Hasil Riset Dr. Agus Subagio, sedangkan Tim Peneliti Rumah Ramah Gempa diwakili oleh Dr. Ir. Agung Dwiyanto dan Prof. Dr. Sri Tudjono.

Produk rumah tahan gempa ini adalah hasil inovasi antara Undip, PT TPI dan BPPT, yang sudah mulai dikembangkan sejak tahun 2019 yang lalu. Rumah yang berbahan UPVC (Unplasticized Poly Vinyl Chloride) dapat dibangun dalam beberapa jam saja, sehingga akan sangat membantu masyarakat yang sedang terkena bencana alam. Penggunaan UPVC sebagai pengganti kayu untuk pembuatan tembok, pintu, maupun kusen. Sementara itu, tiang dan atapnya menggunakan baja ringan sehingga selain tahan gempa, rumah ini juga tahan panas hingga 220°C. UPVC yang digunakan untuk rumah ramah gempa ini telah diteliti dan diujicoba oleh UNDIP dan BPPT. Rumah berbahan dasar UPVC dapat menjadi alternatif hunian ramah gempa yang kuat, representatif, ramah iklim, cepat pelaksanaan pembangunannya dan relatif murah. Bahan UPVC sendiri mempunyai karakteristik ramah lingkungan, proteksi terhadap api, bebas perawatan, anti rayap, hemat energi, meredam kebisingan, tahan korosi.

Pada kerjasama tersebut akan dilakukan pemasangan rumah ramah gempa di daerah Lombok untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat yang terdampak gempa. Kebutuhan rumah ramah gempa di daerah rawan gempa khususnya di Lombok, Palu, Maluku cukup tinggi sampai puluhan ribu unit. Oleh karena itu dengan telah dihasilkannya produk inovasi hasil kerjasama riset berupa rumah ramah gempa berbahan UPVC ini diharapkan dapat membantu berkontribusi ke masyarakat yang berdampak. Inovasi rumah tahan gempa berbahan UPVC serta pemanfaatan di wilayah bencana ini sesuai dengan beberapa target dari pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals), antara lain tujuan pertama (no poverty) membantu para korban bencana, tujuan ke sembilan (innovation and infrastructure) dimana produk rumah tahan gempa ini merupakan infrstruktur hasil inovasi, dan tujuan ke sebelas (sustainable cities and cummunities) dimana penggunaan UPVC sangat mengurangi penggunaan kayu.

Dalam kesempatan tersebut Menristek/Kepala BRIN menyampaikan apresiasinya kepada berbagai pihak yang terlibat dalam riset dan pengembangan rumah ramah gempa. Pengembangan selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh UNDIP dengan produk-produk inovasi berbagan UPVC lainnya seperti prototip rumah apung dan kapal nelayan.